Pembangunan R3 Lanjutan Bogor Capai 8 Persen, Ditargetkan Rampung 2026

 

Bogor,Denting.id – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim memastikan pembangunan Jalan Regional Ring Road (R3) lanjutan dari Katulampa Buleud atau Simpang Summarecon hingga Katulampa Bendungan terus berprogres dan ditargetkan rampung pada 2026.

Dedie mengatakan, pengerjaan tahap awal pembangunan R3 lanjutan menunjukkan perkembangan positif. Saat ini, progres pekerjaan telah mencapai 8 persen atau lebih cepat dibandingkan target yang ditetapkan sebesar 3 persen.

“Alhamdulillah semua berprogres, ada kemajuan. Insyaallah kalau tidak ada halangan, tahun ini kita selesaikan,” ujar Dedie saat meninjau tahap awal pembangunan Jalan R3 Lanjutan, Selasa (25/8/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Dedie didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor Juniarti Estiningsih.

Pembangunan R3 lanjutan memiliki panjang sekitar 450 meter. Proyek tersebut dikerjakan PT Ramaijaya Purnasejati dengan masa pelaksanaan 150 hari kalender dan menggunakan anggaran APBD Kota Bogor sebesar Rp19,4 miliar.

Dedie menjelaskan, berbagai dinamika yang muncul selama proses pembangunan diselesaikan melalui musyawarah bersama masyarakat.

Setelah segmen Katulampa Buleud hingga Katulampa Bendungan selesai, Pemkot Bogor akan menyiapkan rekomendasi teknis (Rekomtek) untuk pembangunan jembatan sebagai bagian dari kelanjutan akses R3.

Jembatan tersebut diperlukan agar jalur dari Katulampa Bendungan dapat tersambung hingga titik akhir di wilayah Kelurahan Sindangrasa dan Sindangsari, Kecamatan Bogor Timur.

“Untuk jembatan perkiraan dari hitungan teknis kurang lebih sekitar 60 meter dengan sisi kiri dan kanan 10 meter, kemudian baru kembali dibangun jalan di dua kelurahan lagi. Ini harus terus berprogres pembangunannya agar tidak ada persoalan di kemudian hari yang menyebabkan pembangunan akan tambah lama,” jelasnya.

Menurut Dedie, keterhubungan jalur R3 nantinya akan memberikan dampak terhadap mobilitas masyarakat sekaligus membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di pusat Kota Bogor.

Selama ini, kendaraan dari arah Cibinong maupun Dramaga yang hendak menuju kawasan Ciawi, Sukabumi, dan Puncak masih banyak melintasi kawasan pusat kota, termasuk Jalan Raya Tajur.

Dengan tersambungnya R3, pengguna jalan nantinya dapat memanfaatkan akses dari Simpang Jambu Dua menuju R3 hingga Wangun-Ciawi tanpa harus melewati pusat Kota Bogor.

“Sehingga setelah jalur ini terhubung, kemacetan di pusat kota akan jauh berkurang, akses mobilitas masyarakat meningkat, serta perekonomian dapat tumbuh,” ujar Dedie.

Pengerasan Jalan Terus Dikerjakan

Kepala Dinas PUPR Kota Bogor Juniarti Estiningsih mengatakan, pekerjaan saat ini memasuki tahap pengerasan konstruksi dasar atau pondasi.

“Pengerasan untuk konstruksi dasar atau pondasi sedang berprogres. Setelah itu baru nanti dilakukan pengecoran seperti jalan sebelumnya menggunakan konstruksi rakitan,” kata Esti.

Ia menambahkan, terbukanya akses R3 nantinya tidak hanya berdampak terhadap kelancaran lalu lintas, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan kawasan di sekitar jalan.

Menurutnya, keberadaan akses jalan baru dapat meningkatkan mobilitas masyarakat serta membuka peluang tumbuhnya aktivitas ekonomi di sepanjang jalur tersebut.

“Tapi intinya bahwa dengan adanya fasilitas di R3 ini akan tembus nanti Wangun, itu adalah untuk memecah kondisi kemacetan di pusat kota,” pungkasnya.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai