SUKABUMI,Denting.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyiapkan anggaran sekitar Rp4,8 miliar untuk membantu 120 kepala keluarga (KK) terdampak bencana di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.
Langkah tersebut dilakukan setelah keluhan warga Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, mengenai kepastian bantuan tempat tinggal viral di media sosial. Warga sebelumnya mengaku telah hampir dua tahun menunggu bantuan, termasuk uang pengontrakan sebesar Rp10 juta.
Dedi Mulyadi memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tetap memberikan perhatian terhadap masyarakat terdampak bencana tersebut. Penanganan dilakukan meskipun bencana terjadi pada Desember 2024, sebelum Dedi menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat pada 20 Februari 2025.
Sejak mulai menjabat, Pemprov Jawa Barat disebut telah menyalurkan bantuan sekitar Rp6,09 miliar bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Sukabumi.
Kini, Pemprov Jabar kembali menyiapkan anggaran sekitar Rp4,8 miliar untuk membantu 120 KK terdampak bencana di Kecamatan Simpenan.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memberikan kepastian penanganan bagi warga yang terdampak bencana, khususnya masyarakat yang hingga kini masih menghadapi persoalan tempat tinggal.
Sebelumnya, keluhan warga Desa Cidadap viral di media sosial. Dalam video yang beredar, warga meminta perhatian Dedi Mulyadi karena mengaku hampir dua tahun belum mendapatkan kepastian mengenai bantuan tempat tinggal dan biaya pengontrakan.
Dengan disiapkannya anggaran Rp4,8 miliar tersebut, Pemprov Jawa Barat berupaya melanjutkan penanganan terhadap 120 KK terdampak di Kecamatan Simpenan.
Pemerintah diharapkan dapat segera merealisasikan bantuan tersebut sehingga masyarakat terdampak bencana di Sukabumi memperoleh kepastian tempat tinggal dan dapat kembali menjalani kehidupan secara lebih layak.

