Jakarta, Denting.id – Korea Utara (Korut) dilaporkan mulai mengerahkan satu unit rudal ke wilayah barat Rusia untuk mendukung perang melawan Ukraina. Menurut pejabat intelijen Ukraina, unit tersebut diperkirakan membawa sekitar 120 rudal balistik dan enam peluncur yang berpotensi digunakan dalam serangan ke wilayah Ukraina.
Kepala Direktorat Utama Intelijen Ukraina, Andrii Cherniak, mengatakan unit rudal itu akan ditempatkan di wilayah Voronezh sebagai bagian dari Brigade Rudal ke-112 Rusia. Sekitar 90 personel militer Korut disebut akan terlibat dalam pengerahan tersebut.
Jika terealisasi, langkah ini akan menjadi peningkatan signifikan dalam kerja sama militer antara Moskow dan Pyongyang yang terus menguat sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 2022.
Cherniak menyebut Pyongyang juga telah mengirim gelombang baru sebanyak 40 rudal balistik KN-23 dan KN-24 beserta personel militer ke Rusia. Sementara itu, konfigurasi akhir pengerahan dan jumlah total rudal disebut masih akan dibahas dalam pertemuan tingkat tinggi kedua negara bulan depan.
Seorang sumber yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa Amerika Serikat telah mengetahui adanya pengerahan personel Korut ke Rusia. Namun, Washington belum memberikan rincian lebih lanjut. CIA menolak berkomentar, sementara Gedung Putih belum memberikan tanggapan.
Belum diketahui secara pasti peran yang akan dijalankan personel Korut dalam operasi rudal Rusia. Namun, pengerahan itu bertepatan dengan peluncuran dua rudal balistik Korut oleh Rusia ke Ukraina pada pekan lalu, yang merupakan penggunaan pertama sejak Agustus 2025.
Peneliti senior Foreign Policy Research Institute, Rob Lee, menilai tambahan rudal balistik Korut menjadi ancaman serius bagi Ukraina. Menurutnya, pertahanan terhadap rudal balistik merupakan salah satu titik lemah terbesar Kyiv karena stok rudal pencegat untuk sistem Patriot buatan Amerika Serikat semakin terbatas.
Ia memperingatkan kondisi tersebut dapat menjadi tantangan besar menjelang musim dingin, ketika Rusia diperkirakan kembali melancarkan serangan besar terhadap infrastruktur energi Ukraina.
Korut diketahui telah menjadi salah satu sekutu utama Rusia dalam konflik ini. Selain memasok jutaan peluru artileri, Pyongyang juga mengirim sekitar 14.000 tentara ke wilayah Kursk pada 2024 untuk membantu menghadapi serangan darat Ukraina.
Menurut data intelijen Ukraina, Korut telah memasok sekitar 150 rudal KN-23 dan KN-24 kepada Rusia sejak akhir 2023 hingga Agustus 2025. Rudal-rudal tersebut memiliki jangkauan dan daya ledak lebih besar dibandingkan rudal Iskander Rusia, meski dinilai memiliki tingkat akurasi yang lebih rendah.
Baca juga: Iran Klaim Batalkan Serangan ke Ukraina Usai Kyiv Minta Maaf atas Insiden Kapal Dagang
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebelumnya menyatakan Rusia tengah mempersiapkan kedatangan tambahan sekitar 30.000 tentara Korut di wilayah Voronezh sebagai bagian dari penguatan kerja sama militer kedua negara.

