Serangan Israel di Gaza Tewaskan 8 Warga, Klaim Dua Komandan Hamas Tewas

Jakarta, Denting.id – Gelombang serangan udara kembali mengguncang Jalur Gaza pada Sabtu (1/8/2026) malam. Sedikitnya delapan warga Palestina dilaporkan tewas dalam serangkaian serangan yang menghantam sejumlah wilayah, sementara Israel mengklaim berhasil menewaskan dua komandan Hamas dalam operasi terpisah.

Jurnalis Al Jazeera di Gaza City, Hind Khoudary, menggambarkan situasi malam itu sebagai “malam berdarah” bagi warga Gaza. Menurutnya, ledakan terjadi tanpa peringatan dan memicu kepanikan di tengah masyarakat yang berusaha mencari perlindungan.

“Suara ledakan sangat mengerikan. Ketika orang-orang panik, mereka ingin melarikan diri ke tempat yang aman. Namun di Gaza tidak ada tempat yang benar-benar aman,” ujarnya.

Serangan dilaporkan menghantam sejumlah lokasi, termasuk kawasan sekitar pelabuhan di Gaza City, Khan Younis di selatan, serta Deir el-Balah di wilayah Gaza tengah.

Khoudary menyebut situasi semakin memprihatinkan karena serangan masih berlangsung di tengah periode yang seharusnya diwarnai gencatan senjata.

Di sisi lain, militer Israel menyatakan telah menewaskan Salem Jamal Abd al-Rahman Abu Labad, yang disebut sebagai komandan sel Pasukan Nukhba Hamas, dalam serangan udara di Gaza selatan. Israel menuduh Abu Labad terlibat dalam serangan Hamas ke kibbutz Nir Oz pada Oktober 2023.

Selain itu, Israel juga mengklaim telah menewaskan Muhammad Abd al-Nasser Muhammad Khatib, yang disebut sebagai komandan Batalyon Maghazi Hamas, dalam serangan udara terpisah di Gaza tengah sehari sebelumnya.

Hingga berita ini ditulis, Hamas belum memberikan tanggapan resmi atas klaim militer Israel tersebut.

Baca juga: Hamas Siap Letakkan Senjata dan Kesepakatan Damai Gaza Tunggu Respons Israel

Sementara itu, operasi militer Israel di Tepi Barat juga terus berlanjut. Kantor berita Palestina, Wafa, melaporkan pasukan Israel menangkap lima warga Palestina, masing-masing tiga orang di kamp pengungsi Dheisheh, selatan Bethlehem, dan dua lainnya di wilayah Nablus.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai