Jakarta, Denting.id – Iran mengklaim membatalkan rencana serangan terhadap tiga lokasi di Ukraina setelah pemerintah Kyiv menyampaikan permintaan maaf terkait insiden yang menimpa kapal dagang milik Teheran di Laut Kaspia.
Penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, mengatakan negaranya sebenarnya telah siap melancarkan serangan, namun keputusan itu dibatalkan setelah adanya komunikasi diplomatik dari Ukraina.
“Kami sudah siap untuk menyerang tiga situs di Ukraina, tetapi batal menyerang menyusul permintaan maaf Ukraina,” ujar Rezaei, seperti dikutip media pemerintah Iran dan dilansir Kyiv Independent, Selasa (4/8).
Meski demikian, Rezaei tidak membeberkan bukti maupun rincian mengenai tiga target yang dimaksud.
Dalam laporan Anadolu Agency, Rezaei lebih banyak menyoroti situasi keamanan di Selat Hormuz. Ia menegaskan bahwa setiap kapal musuh yang mencoba menggunakan jalur yang dianggap ilegal akan menjadi sasaran Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC).
Rezaei juga mengklaim bahwa selama 17 hari terakhir Iran berhasil membuat pasukan Amerika Serikat kewalahan serta menggagalkan berbagai upaya serangan terhadap negaranya.
Pernyataan tersebut muncul setelah Iran menuduh Ukraina menyerang kapal dagang Iran di Laut Kaspia pada 25 Juli lalu. Teheran menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk agresi yang tidak dapat diterima dan menuntut pertanggungjawaban dari Kyiv.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi kemudian melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha. Dalam percakapan itu, Araghchi meminta Ukraina memberikan kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan akibat insiden tersebut.
Menurut Kyiv Independent, setelah pembicaraan tersebut Araghchi menyebut insiden itu terjadi tanpa unsur kesengajaan dan menegaskan bahwa Iran tidak ingin memperburuk ketegangan dengan Ukraina.
Sementara itu, Sybiha mengatakan dialog dengan Araghchi berlangsung secara terbuka. Ia menegaskan bahwa seluruh operasi militer Ukraina semata-mata ditujukan untuk mempertahankan negaranya dari agresi Rusia.
“Saya menegaskan kembali semua tindakan Ukraina semata-mata bertujuan membela negara kita dari agresi Rusia dan tak pernah bermaksud menargetkan kapal atau warga sipil,” kata Sybiha.
Baca juga: Trump Disebut Murka soal Perang Iran
Ketegangan regional sendiri terus meningkat setelah Amerika Serikat melancarkan serangan besar terhadap Iran pada pertengahan Juli, yang kemudian dibalas oleh IRGC dan memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

