Jakarta, Denting.id – Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf melontarkan kritik keras terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait pola komunikasi dan pendekatannya dalam proses negosiasi dengan Teheran. Menurut Ghalibaf, ancaman yang disertai klaim diplomatik secara bergantian hanya mencerminkan “diplomasi sandiwara”.
Melalui unggahan di platform X, Ghalibaf menyindir pernyataan Trump yang dinilai kerap berubah-ubah.
”Serangan besar akan datang… tunggu, lupakan saja, mereka ingin bernegosiasi.’ Itu adalah diplomasi sandiwara yang terus berulang,” tulis Ghalibaf.
Ia menilai penggunaan ancaman, pengingkaran komitmen, serta penyebaran informasi yang dianggap menyesatkan sebagai alat tawar merupakan strategi yang tidak lagi efektif.
“Akui fakta yang ada dan penuhi komitmen Anda. Kami tidak butuh sandiwara lagi,” tegasnya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah proses negosiasi yang masih berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran. Pemerintah Iran menegaskan tidak terpengaruh oleh sikap Trump yang dinilai sering melontarkan ancaman, kemudian menariknya kembali, sebelum mengklaim adanya kemajuan diplomatik.
Di sisi lain, aktivitas pelayaran di kawasan strategis Selat Hormuz mengalami penurunan signifikan. Berdasarkan data pelayaran yang dikutip Reuters dari perusahaan pelacak kapal Kpler, jumlah kapal yang melintasi selat tersebut antara Senin hingga Kamis tercatat hanya 33 kapal, turun dari 50 kapal pada periode yang sama pekan sebelumnya.
Pada Kamis, hanya empat kapal yang melintasi Selat Hormuz, termasuk kapal tanker minyak mentah berukuran sangat besar (VLCC) Nissos Kea yang mengangkut sekitar dua juta barel minyak mentah Basrah dari Irak. Tiga kapal lainnya terdiri atas dua kapal pengangkut gas minyak cair (LPG) dan satu kapal pengangkut kargo curah berukuran kecil.
Data Kpler juga menunjukkan hanya enam kapal tanker minyak mentah yang keluar dari Selat Hormuz sepanjang pekan ini.
Baca juga: Trump Sebut Iran Punya Kesempatan Terakhir untuk Capai Kesepakatan
Sementara itu, lalu lintas kapal di Selat Bab al-Mandeb, Laut Merah, justru mengalami peningkatan. Sebanyak 26 kapal tercatat melintas pada Kamis, naik dibandingkan 19 kapal sehari sebelumnya. Adapun perusahaan pelacak kapal LSEG mencatat terdapat 28 kapal yang melintas pada periode yang sama dengan metode pelacakan yang berbeda.

