Sukabumi,Denting.id– Sejumlah warga Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengeluhkan kondisi mereka yang disebut masih terlantar hampir dua tahun setelah tempat tinggal mereka terdampak banjir dan longsor pada 2024.
Keluhan tersebut viral di media sosial. Warga mengaku hingga kini belum mendapatkan kepastian terkait bantuan untuk tempat tinggal yang sebelumnya dijanjikan sebesar Rp10 juta.
Dalam sebuah video yang beredar, seorang perempuan yang mengaku sebagai warga Kampung Cikanti, Cisarua, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, menyampaikan keluhannya kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
“Teruntuk Bapak Gubernur Jawa Barat, Bapak Dedi Mulyadi, tolong perhatikan kami juga, Pak, di sini sebagai warga Kampung Cikanti, Cisarua dan yang lainnya Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Sukabumi,” ujar perempuan tersebut dalam video.
Ia mengatakan, warga terdampak hingga kini masih menunggu kepastian mengenai bantuan biaya pengontrakan tempat tinggal sebesar Rp10 juta.
“Kami di sini sudah hampir 2 tahun masih terlantar, belum mendapatkan kepastian mengenai uang pengontrakan Rp10 juta dan tempat tinggal,” lanjutnya.
Keluhan tersebut disampaikan warga lantaran mereka berharap pemerintah segera memberikan kepastian mengenai bantuan dan tempat tinggal bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi pada 2024 lalu menyebabkan sejumlah rumah warga terdampak dan memaksa sebagian masyarakat meninggalkan tempat tinggal mereka.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi diketahui turut merespons berbagai keluhan masyarakat melalui media sosial. Namun, berdasarkan informasi yang tersedia, belum terdapat penjelasan lebih lanjut mengenai kepastian pencairan bantuan Rp10 juta maupun penyediaan tempat tinggal bagi warga yang menyampaikan keluhan tersebut.
Warga berharap pemerintah segera memberikan solusi agar mereka tidak terus berada dalam kondisi tanpa kepastian tempat tinggal setelah hampir dua tahun sejak bencana terjadi.

