Jakarta, Denting.id – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan hasil pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) di Hambalang, Bogor. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah dan pelaku usaha sepakat mengusung visi Indonesia Incorporated guna memperkuat sinergi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Prasetyo menjelaskan, Presiden Prabowo menekankan pentingnya sektor swasta nasional untuk mulai berorientasi pada persaingan global, bukan hanya mengandalkan pasar domestik.
“Kita harus juga berpikir untuk berkompetisi di tingkat global. Karena persaingan bisnis kita tidak bisa hanya mengandalkan captive market di dalam negeri,” ujar Prasetyo di kawasan Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Ia menegaskan, pemerintah berkomitmen mendorong sektor swasta agar semakin kuat dan berkembang. Menurutnya, pengusaha memiliki peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi nasional sehingga perlu didukung melalui kebijakan dan regulasi yang tepat.
“Itu disepakati bahwa sektor swasta yang kuat, maju, terus harus kita bantu dan kita dorong. Karena salah satu kunci ekonomi ada di sektor swasta dan para pengusaha,” katanya.
Selain itu, pertemuan juga membahas penguatan sektor industri padat karya seperti tekstil, garmen, dan sepatu agar mampu bersaing di pasar internasional. Presiden menilai Indonesia memiliki keunggulan kompetitif yang harus dipertahankan agar tidak kehilangan pangsa pasar global.
“Sementara beberapa negara lain mengambil pangsa pasar tersebut, padahal itu merupakan keunggulan kompetitif negara kita juga,” tutur Prasetyo.
Prasetyo menambahkan, Presiden Prabowo membuka ruang komunikasi yang luas dengan pelaku usaha agar kolaborasi antara pemerintah dan swasta dapat berjalan optimal.
“Beliau mendapatkan banyak masukan dari pengusaha mengenai bagaimana peran sektor swasta, pengusaha, dan pemerintah harus berjalan beriringan dalam semangat Indonesia Incorporated,” jelasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo juga meminta APINDO membuka lapangan kerja seluas-luasnya agar pembangunan industri memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Permintaan tersebut disampaikan saat menerima audiensi para pengusaha di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Senin (9/2/2026) malam.
“Pembangunan industri harus memberikan manfaat nyata bagi rakyat, membuka lapangan kerja seluas-luasnya, dan memperkuat kemandirian bangsa,” tegas Prabowo di hadapan 22 pengusaha nasional.
Pertemuan yang berlangsung selama tiga jam itu membahas kondisi ekonomi nasional serta tantangan dunia usaha. Presiden menekankan pentingnya kolaborasi erat antara pemerintah dan pelaku usaha untuk memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.
Baca juga: Istana Tanggapi Survei Kepuasan Prabowo, Tegaskan Fokus Pemerintah pada Program Rakyat
Dalam pertemuan tersebut, Presiden didampingi Mensesneg Prasetyo Hadi, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Sementara delegasi APINDO dihadiri sejumlah tokoh pengusaha nasional, antara lain Sofjan Wanandi, Shinta W. Kamdani, Haryanto Adikoesoemo, Sudamek, Suryadi Sasmita, dan pengusaha lainnya.

