Kolaborasi YKI dan Batik Handayani Geulis: Membatik Bersama untuk Solidaritas Pejuang Kanker

Bogor, Denting.id –  Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Kota Bogor menginisiasi langkah kreatif dalam membangun solidaritas bagi para penderita kanker melalui kegiatan “Membatik Bersama”. Acara yang berlangsung di Atrium Lantai 2 Mall Botani Square ini merupakan hasil kolaborasi dengan Batik Handayani Geulis dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia tingkat Kota Bogor, Jumat (13/2/2026).

Ketua YKI Kota Bogor, Yantie Rachim, menekankan bahwa kepedulian terhadap kanker tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan butuh sinergi lintas sektor yang melibatkan masyarakat dan pelaku usaha. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diajak untuk merasakan pengalaman langsung mencanting batik sambil memberikan kontribusi nyata bagi para pejuang kanker.

Yantie menjelaskan bahwa setiap partisipasi masyarakat dalam membatik juga dibarengi dengan aksi donasi. Sebagai bentuk simbolis, para pengunjung juga diberikan pita pink yang melambangkan dukungan serta kesadaran terhadap bahaya kanker.

“Masyarakat bisa datang kemari, membatik bersama, dan berdonasi. Kami juga membagikan pita pink sebagai simbol kepedulian terhadap kanker,” ujar Yantie Rachim.

Kolaborasi ini pun semakin luas dengan melibatkan brand lokal seperti Vivi Nici dan D’Mita Batik, di mana sebagian dari hasil penjualan produk mereka akan didonasikan langsung melalui YKI Kota Bogor. Yantie menegaskan bahwa sinergi semacam ini merupakan bentuk dukungan nyata bagi penderita kanker di Kota Hujan agar mereka merasa tidak berjuang sendirian.

Pendekatan melalui seni dan UMKM ini diharapkan dapat menarik minat generasi muda untuk lebih peka terhadap isu kesehatan tanpa melupakan pelestarian budaya.

Keunikan lain dalam acara ini adalah kehadiran motif batik khusus yang dirancang oleh Batik Handayani Geulis. Pemilik Batik Handayani Geulis, Sri Ratna Handayani, mengungkapkan bahwa motif yang dihadirkan memiliki filosofi mendalam.

Dengan menggunakan motif “Tunggul Kawung”, batik ini melambangkan ketangguhan Kota Bogor meskipun secara geografis kecil. Selain itu, terdapat sentuhan kontemporer berupa ikon transportasi mulai dari bemo hingga BisKita.

“Motifnya melambangkan Kota Bogor sebagai kota kecil namun kuat. Ada juga ikon transportasi dari bemo hingga BisKita sebagai simbol transformasi,” jelas Sri Ratna.

Ia pun menyatakan rasa bangganya dapat dilibatkan dalam kegiatan kemanusiaan ini dan mengapresiasi upaya YKI Kota Bogor dalam merangkul para perajin batik lokal. Melalui kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut, seni batik tidak hanya tampil sebagai busana, tetapi bertransformasi menjadi media penyampai pesan kemanusiaan yang kuat bagi seluruh warga Bogor.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai