Bogor, Denting.id – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, kembali aktif menjalankan tugas kedinasan setelah sempat beristirahat total akibat kondisi kesehatan. Kehadiran perdananya di Balai Kota Bogor, Kamis pagi (5/3/2026), ditandai dengan aksi simbolis pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebagai bagian dari program kolaborasi Bapenda Kota Bogor dan Samsat.
Jenal mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting bagi warga untuk menunaikan kewajiban pajak dengan memanfaatkan diskon 20 persen yang berlaku hingga 23 Maret 2026.
“Tadi saya membayar simbolis, alhamdulillah sudah selesai dan dapat diskon 20%, alhamdulillah. Ini berlaku untuk PBB di Kota Bogor sampai tanggal 23 Maret 2026. Untuk warga yang ingin mendapatkan potongan diskon bisa datang ke Balai Kota Bogor,” ujar Jenal Mutaqin.
Terkait target pendapatan daerah, Jenal optimis perolehan pajak harian bisa kembali menembus angka miliaran rupiah. Ia juga menyoroti kedisiplinan ASN di lingkungan Pemkot Bogor.
“Kemarin satu hari 1 miliar lebih. Ya mudah-mudahan hari ini minimal sama, syukur-syukur bisa lebih. Informasi kegiatan ini sudah sangat masif disampaikan,” tambahnya.
Mengenai ASN yang belum bayar pajak, ia telah menginstruksikan Bapenda untuk menjalankan SOP secara tegas melalui surat atau panggilan resmi.
Dalam kesempatan tersebut, Jenal juga memberikan klarifikasi mengenai kondisi kesehatannya yang sempat memicu spekulasi di tengah masyarakat. Ia mengakui sempat mengalami penurunan kondisi fisik akibat kelelahan dan asam urat.
“Alhamdulillah, masih lemas sebetulnya. Cuma ya mau tidak mau saya harus aktif karena beredar spekulasi yang lain-lain. Kasihan Pak Wali, kasihan warga Bogor juga ya, tidak bisa terlayani kemarin. Kemarin butuh istirahat total, medsos kita matikan biar fokus penyembuhan,” ungkapnya.
Selain urusan kesehatan dan pajak, Jenal Mutaqin turut menyinggung program pengaspalan jalan yang sempat viral karena ia lakukan secara pribadi. Ia menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan spontanitas demi keselamatan warga.
Kedepannya, ia mendorong agar perbaikan jalan nasional atau pusat yang rusak di wilayah Bogor dapat dipercepat menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR).
“Walaupun APBD khawatir menjadi temuan BPK, kita ada CSR. Bapperida sebagai dinas yang mengelola CSR itu bisa disumbangkan uang CSR-nya untuk pengaspalan jalan pusat nasional yang dikira lambat dan membahayakan. Saya rasa CSR solusi yang paling tepat,” tegas Jenal.
Ia berencana memanggil Bapeda minggu depan untuk memetakan program CSR 2026 agar lebih peka terhadap kebutuhan infrastruktur mendesak.
Menutup keterangannya, Jenal memohon doa kepada masyarakat agar dapat kembali fit sepenuhnya untuk melayani warga Bogor. Ia juga berjanji akan kembali aktif di media sosial mulai minggu depan setelah masa pemulihannya selesai.
“Kangen saya juga ketemu media di lapangan. Mohon doanya lah saya bisa fit kembali dan bisa melayani warga Bogor memberikan yang terbaik,” pungkasnya.
