Perang Dunia 3 Membayangi! 22 Negara Diprediksi Terlibat, Bagaimana Nasib Indonesia?

Jakarta, denting.id – Isu perang kembali menghantui dunia setelah berbagai konflik internasional terus memanas. Ketegangan antara sejumlah negara besar memicu kekhawatiran bahwa perang berskala global atau Perang Dunia 3 bisa saja terjadi jika konflik regional semakin meluas dan melibatkan aliansi militer dunia.

“Saya yakin itu salah satu alasannya, karena konstitusi Indonesia ini bebas aktif, jadi Indonesia tidak pernah ngeblok,” ujar pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, saat menjelaskan posisi Indonesia di tengah potensi perang global, Kamis (5/3/2026).

Laporan terbaru World Population Review 2026 mencatat setidaknya ada 22 negara yang diperkirakan memiliki peluang tinggi terlibat jika perang dunia benar-benar pecah. Konflik yang masih berlangsung seperti perang Rusia-Ukraina serta meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran menjadi salah satu pemicu kekhawatiran dunia terhadap eskalasi perang besar.

Dalam daftar tersebut, beberapa negara dengan kekuatan militer besar diprediksi memiliki risiko tinggi terlibat perang global. Negara-negara seperti China, Amerika Serikat, Rusia, Iran, hingga Pakistan berada di barisan negara dengan kapasitas militer kuat berdasarkan Global Firepower Index 2025.

Selain negara-negara besar, sejumlah kawasan konflik juga berpotensi terseret dalam perang berskala luas. Negara seperti Ukraina, Suriah, Irak, Afghanistan, Yaman, hingga Korea Utara dinilai memiliki potensi tinggi karena berada di wilayah yang selama ini menjadi titik panas geopolitik dunia.

Adapun daftar negara yang diperkirakan memiliki peluang tinggi terlibat perang dunia antara lain China, Amerika Serikat, Rusia, Pakistan, Iran, Ukraina, Israel, Korea Utara, Suriah, Irak, Afghanistan, Yaman, Lebanon, Libya, Sudan, Myanmar, Somalia, Mali, Burkina Faso, Republik Demokratik Kongo, Nigeria, dan sejumlah negara lain yang berada di kawasan konflik aktif.

Di tengah potensi perang global tersebut, Indonesia berada dalam kategori peluang sedang dengan skor Global Firepower Index sebesar 0,256. Meski demikian, banyak pengamat menilai Indonesia relatif lebih aman dari dampak langsung perang dunia.

Menurut Trubus, salah satu alasan utama Indonesia dinilai relatif aman dari potensi perang global adalah karena politik luar negeri yang bebas dan aktif. Sikap ini membuat Indonesia tidak berada dalam blok kekuatan militer tertentu sehingga risiko terseret perang lebih kecil dibanding negara yang terikat aliansi militer.

Selain itu, Indonesia juga merupakan salah satu pendiri Gerakan Non-Blok yang sejak awal bertujuan menjaga jarak dari rivalitas kekuatan besar dunia. Posisi ini membuat Indonesia cenderung mengambil jalur diplomasi dalam menghadapi potensi perang internasional.

“Kalau prediksi Indonesia aman dari Perang Dunia 3 itu karena di sekitar Indonesia tidak ada yang mempunyai senjata nuklir,” jelas Trubus.

Faktor geografis juga menjadi keuntungan strategis bagi Indonesia jika terjadi perang global. Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau yang tersebar luas, Indonesia memiliki bentang wilayah yang kompleks sehingga sulit untuk diserang secara langsung dalam skenario perang besar.

Sejarah juga menunjukkan bahwa Indonesia tidak pernah terlibat langsung dalam perang dunia pertama maupun kedua. Meski pernah diduduki Jepang pada masa Perang Dunia II, penguasaan tersebut hanya terfokus pada kota-kota strategis.

Dengan kombinasi politik luar negeri bebas aktif, kondisi geografis sebagai negara kepulauan, serta tidak adanya senjata nuklir di kawasan sekitar, Indonesia dinilai memiliki posisi yang relatif lebih aman jika perang dunia benar-benar terjadi.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai