Trump Puji Israel di Tengah Konflik Timur Tengah, Ketegangan dengan Iran dan NATO Memanas

Jakarta, Denting.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memuji Israel sebagai sekutu kuat di tengah konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah.

Dalam unggahan di Truth Social, Trump menyebut Israel sebagai mitra yang berani, tegas, dan setia. Ia menegaskan bahwa meski mendapat berbagai penilaian dari publik global, Israel tetap menunjukkan dukungan konsisten terhadap Amerika Serikat.

“Terlepas orang menyukai Israel atau tidak, mereka telah membuktikan diri sebagai sekutu hebat Amerika Serikat. Mereka berani, tegas, setia, dan cerdas,” tulis Trump, Minggu (19/4/2026).

Pernyataan tersebut muncul sehari setelah Trump memperingatkan Israel agar tidak melanjutkan serangan ke Lebanon dengan mengatakan “sudah cukup”. Di saat yang sama, hubungan Washington dengan negara-negara NATO di Eropa dilaporkan memanas, menyusul penolakan mereka untuk terlibat dalam konflik melawan Iran.

Situasi semakin kompleks setelah Iran kembali menutup Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia, setelah sebelumnya sempat dibuka beberapa jam. Penutupan ini dilakukan karena AS masih memberlakukan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Teheran menegaskan bahwa selat tersebut tidak akan dibuka hingga blokade dicabut. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengakui adanya kemajuan dalam negosiasi dengan Washington, namun menyebut kesepakatan damai masih jauh dari tercapai.

“Kita masih jauh dari diskusi akhir,” ujarnya dalam pidato yang disiarkan televisi.

Sebelumnya, pembukaan sementara Selat Hormuz sempat memicu optimisme pasar global karena jalur tersebut dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia. Namun, setelah Trump menegaskan blokade akan tetap berlangsung hingga tercapai kesepakatan yang lebih luas, Iran kembali menutup jalur tersebut.

Konflik di kawasan sendiri dilaporkan bermula sejak akhir Februari, ketika serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran memicu eskalasi yang meluas. Pertempuran kemudian menjalar ke berbagai wilayah, dengan Iran menargetkan negara-negara Teluk, sementara kelompok Hizbullah meluncurkan roket ke Israel yang turut menyeret Lebanon ke dalam konflik.

Baca juga: Iran Tegaskan Selat Hormuz Tak Akan Dibuka, Kesepakatan Damai dengan AS Masih Jauh

Hingga kini, negosiasi antara Washington dan Teheran masih berlangsung, namun ketegangan militer dan politik terus meningkat, membuat prospek perdamaian di Timur Tengah belum menunjukkan kepastian.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai