Manama, denting.id – Drone Iran kembali memicu ketegangan di kawasan Teluk setelah menyerang sejumlah target strategis di Bahrain, termasuk kompleks yang menjadi lokasi Kedutaan Besar Israel di ibu kota Manama. Serangan drone tersebut terjadi di tengah eskalasi konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel yang terus meluas di Timur Tengah.
Komando Umum Angkatan Pertahanan Bahrain mengonfirmasi bahwa serangan drone dan rudal dari Iran berhasil dicegat oleh sistem pertahanan negara tersebut. “Pasukan kami berhasil menghancurkan 78 rudal dan 143 drone yang menargetkan wilayah Bahrain dalam serangan pengkhianatan ini,” demikian pernyataan resmi militer Bahrain Jumat (6/3/2026).
Kantor berita Fars melaporkan target utama serangan drone tersebut adalah kompleks komersial Financial Harbour Towers di Manama, yang juga menjadi lokasi Kedutaan Besar Israel. Serangan ini menandai babak baru eskalasi konflik regional setelah Iran memperluas sasaran militernya ke negara-negara yang menampung aset Amerika Serikat.
Laporan Reuters yang dikutip Al Jazeera menyebut sebuah drone Iran berhasil dicegat dan dihancurkan di sekitar kompleks tersebut sebelum mencapai sasaran. Meski demikian, ketegangan meningkat karena serangan drone dianggap sebagai ancaman langsung terhadap fasilitas diplomatik dan ekonomi di kawasan Teluk.
Selain menargetkan kedutaan, serangan drone Iran juga dilaporkan menghantam kilang minyak milik negara Bahrain. Otoritas setempat menyatakan kebakaran yang sempat terjadi berhasil dipadamkan dan fasilitas kilang masih dapat beroperasi.
Serangan terhadap kilang tersebut menambah daftar target industri energi yang disasar oleh drone Iran di kawasan Teluk, wilayah yang selama ini menjadi pusat produksi minyak dunia.
Di saat bersamaan, Iran juga meluncurkan gelombang serangan drone dan rudal ke berbagai target militer Amerika Serikat dan Israel di kawasan. Teheran bahkan memperingatkan Washington akan “sangat menyesal” setelah kapal perang Iran sebelumnya dihancurkan dalam konflik yang menewaskan puluhan pelaut.
Perang yang berlangsung hampir sepekan ini terus meluas dan kini menyeret sedikitnya 14 negara di Timur Tengah dan sekitarnya. Beberapa negara Teluk, Turki, hingga Azerbaijan dilaporkan ikut terdampak oleh serangan drone dan rudal yang terus terjadi.
Arab Saudi juga melaporkan berhasil mencegat sebuah rudal jelajah dan beberapa drone yang mengarah ke wilayahnya, sementara Qatar menyatakan sistem pertahanan udara mereka berhasil menggagalkan serangan drone yang menargetkan Pangkalan Udara Al Udeid di Doha.
Seorang koresponden Al Jazeera di Doha melaporkan ledakan keras terdengar saat sistem pertahanan udara Qatar mencegat drone yang datang dari arah Iran. Target utama disebut merupakan pangkalan militer yang menampung aset Amerika Serikat.
Kecaman terhadap serangan drone Iran pun datang dari sejumlah negara, termasuk Qatar dan Uni Eropa. Mereka menilai serangan tersebut berpotensi memicu eskalasi konflik regional yang lebih luas.
Qatar dalam pernyataan resminya menyebut serangan tersebut sebagai tindakan agresi serius yang melanggar kedaulatan Bahrain dan mengancam stabilitas kawasan. Doha juga menyerukan penghentian eskalasi militer demi menjaga keamanan regional.
Konflik antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat sendiri dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.330 orang sejak pecahnya pertempuran beberapa hari lalu. Sementara itu, serangan drone dan rudal dari berbagai pihak terus meningkatkan ketegangan yang dikhawatirkan bisa memicu perang regional yang lebih besar.
