Jakarta, Denting.id – Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Kemkomdigi) bersama Badan Gizi Nasional (BGN) menginisiasi kerja sama strategis untuk menangkal hoaks dan disinformasi yang beredar di ruang digital, khususnya terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kolaborasi antar lembaga ini bertujuan memastikan setiap penanganan isu yang beredar di masyarakat didasarkan pada fakta dan kewenangan yang tepat. Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Alexander Sabar, menegaskan pentingnya respons yang akurat dan proporsional guna menjaga integritas informasi program nasional tersebut.
Menurutnya, melalui sinergi ini kedua lembaga berupaya menciptakan ruang digital yang sehat dan terpercaya dengan menghadirkan klarifikasi resmi serta data yang valid kepada masyarakat.
Kemkomdigi sendiri memiliki peran penting dalam mengawasi ruang digital Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital. Lembaga ini bertugas menangani konten yang melanggar hukum maupun berpotensi menimbulkan disinformasi, termasuk yang berkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis.
Alexander Sabar menjelaskan bahwa Kemkomdigi melakukan pengawasan serta penindakan terhadap konten ilegal dengan berkoordinasi bersama berbagai kementerian dan instansi terkait. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan informasi yang beredar di masyarakat tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain melakukan pengawasan, Kemkomdigi juga secara aktif merilis daftar konten yang teridentifikasi sebagai hoaks melalui laman resmi komdigi.go.id. Langkah ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat agar memperoleh informasi yang benar dan berbasis data.
Sementara itu, Badan Gizi Nasional berperan sebagai otoritas substansi dengan menyediakan data serta klarifikasi resmi untuk mendukung proses verifikasi informasi. Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menekankan pentingnya penguatan narasi berbasis fakta di tengah derasnya arus informasi digital.
Menurut Hidayati, Program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis nasional yang menyangkut kepentingan masyarakat luas sehingga informasi yang beredar harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Sinergi dengan Kemkomdigi bertujuan menjaga ruang digital tetap sehat dari hoaks dan disinformasi,” ujarnya.
Dalam implementasinya, kerja sama ini menitikberatkan pada koordinasi cepat serta verifikasi berbasis data untuk merespons isu yang beredar di ruang digital. Setiap konten yang terverifikasi sebagai disinformasi akan segera ditindaklanjuti, baik melalui klarifikasi publik maupun langkah teknis lainnya.
Selain itu, masyarakat juga diajak berperan aktif dalam upaya penangkalan hoaks melalui kanal pelaporan resmi seperti aduankonten.id atau melalui email aduankonten@komdigi.go.id. Tersedia pula Sistem Aduan Instansi yang dapat dimanfaatkan kementerian dan lembaga untuk mengajukan pemblokiran konten secara lebih responsif.
Alexander Sabar menegaskan bahwa setiap konten yang terbukti mengandung disinformasi terkait Program Makan Bergizi Gratis akan segera ditangani agar penyebaran informasi palsu tidak meluas di tengah masyarakat.
