Korea Utara : Kim Jong Un Panaskan Mesin Perang, Dunia Khawatir Konflik Baru Meledak

denting.id – Mesin perang Korea Utara kembali dipanaskan oleh pemimpin tertingginya, Kim Jong Un. Langkah memanaskan mesin perang itu terlihat dari rangkaian uji coba rudal jelajah strategis hingga inspeksi kapal perusak terbaru yang menandai peningkatan kekuatan militer Pyongyang di tengah ketegangan global.

“Kekuatan Angkatan Laut kita untuk menyerang dari bawah dan di atas air akan tumbuh pesat. Persenjataan Angkatan Laut dengan senjata nuklir menunjukkan kemajuan yang memuaskan,” ujar Kim Jong Un seperti dikutip kantor berita pemerintah Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA).

Langkah memanaskan mesin perang itu terlihat saat Kim memeriksa kapal perusak kelas Choe Hyon-class destroyer berbobot sekitar 5.000 ton. Kapal perang tersebut baru saja menyelesaikan pelayaran uji coba pertama dan disebut sebagai simbol baru kekuatan pertahanan laut Korea Utara.

Tak hanya itu, Korea Utara juga melakukan uji peluncuran rudal jelajah strategis yang memperlihatkan bagaimana mesin perang negara itu terus diperkuat. Pemerintah Pyongyang menilai langkah tersebut sebagai respons atas latihan militer gabungan antara Amerika Serikat dan Korea Selatan yang dianggap sebagai ancaman langsung.

Menurut media resmi pemerintah, penguatan mesin perang tersebut juga merupakan bagian dari ambisi Pyongyang memperluas kemampuan angkatan laut, termasuk kemungkinan menempatkan persenjataan nuklir pada kapal permukaan dan kapal selam.

Sejumlah analis menilai keputusan memanaskan mesin perang Korea Utara berkaitan dengan dinamika geopolitik terbaru. Peneliti senior Institut Unifikasi Nasional Korea, Hong Min, menilai situasi global ikut memengaruhi langkah Kim.

“Iran dan latihan militer gabungan AS-Korea Selatan yang akan dimulai pada 9 Maret tampaknya sangat membebani pikiran Kim,” kata Hong.

Para pengamat juga melihat langkah memanaskan mesin perang itu sebagai sinyal politik kepada Washington agar tidak memperlakukan Korea Utara seperti negara lain yang tengah berkonflik dengan Amerika.

Selain itu, penguatan mesin perang juga terkait rencana jangka panjang Korea Utara. Kim menegaskan dalam lima tahun ke depan negaranya akan membangun setidaknya dua kapal tempur permukaan kelas Choe Hyon atau yang lebih tinggi setiap tahun sebagai bagian dari program “persenjataan nuklir” angkatan laut.

Selama ini, armada laut Korea Utara dianggap tertinggal dibandingkan kekuatan militer Korea Selatan. Namun dengan memanaskan mesin perang dan membangun kapal tempur modern, Pyongyang berupaya memperluas perannya dari sekadar pertahanan pantai menjadi kekuatan militer yang mampu beroperasi di laut lepas.

Situasi ini memunculkan kekhawatiran baru di kawasan. Program nuklir Korea Utara bahkan dinilai oleh strategi pertahanan Pentagon sebagai ancaman nyata yang berpotensi memicu serangan nuklir terhadap wilayah Amerika Serikat.

Dengan mesin perang yang terus dipanaskan, ketegangan di kawasan Asia Timur kini kembali meningkat, memicu kekhawatiran dunia terhadap potensi konflik yang lebih luas.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai