Welber Jardim Siap Antar Timnas Indonesia U-20 Juara Piala AFF U-19 2026

Denting.id – Timnas Indonesia U-20 terus mematangkan persiapan menjelang tampil di ajang Piala AFF U-19 2026 yang akan berlangsung di Medan, Sumatera Utara, pada 1 hingga 14 Juni mendatang. Skuad asuhan Nova Arianto diharapkan mampu mengulang kejayaan Garuda Muda seperti saat menjuarai turnamen pada edisi 2013 dan 2024.

Salah satu pemain yang diprediksi menjadi andalan Timnas Indonesia U-20 adalah Welber Jardim. Gelandang muda milik Sao Paulo U-20 itu siap memberikan kemampuan terbaiknya demi membawa Garuda Muda meraih trofi juara.

Selain Welber Jardim, Timnas Indonesia U-20 juga berpotensi diperkuat sejumlah pemain diaspora lainnya. Salah satunya Matthew Baker yang saat ini tengah membela Timnas Indonesia U-17 di ajang Piala Asia U-17 2026 di Arab Saudi.

Dengan kombinasi pemain diaspora dan talenta muda lokal, Timnas Indonesia U-20 diharapkan mampu tampil kompetitif di hadapan publik sendiri.

Welber Jardim mengaku sangat antusias menyambut kesempatan membela Timnas Indonesia U-20 di Piala AFF U-19 2026. Pemain berdarah Indonesia-Brasil itu berharap bisa membantu Garuda Muda meraih gelar juara.

“Semoga saya bisa membantu Timnas Indonesia U-20 untuk juara Piala AFF nanti,” ujar Welber Jardim.

Pemain kelahiran Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 25 April 2007 itu mengatakan dirinya terus menjaga kondisi fisik dengan rutin berlatih dan bermain bersama Sao Paulo U-20. Bahkan, ia juga beberapa kali mendapat kesempatan berlatih hingga tampil bersama tim senior Sao Paulo.

Menurut Welber, komunikasi dengan PSSI dan tim pelatih Timnas Indonesia U-20 juga sudah berjalan terkait agenda pemusatan latihan menjelang turnamen.

“Tim pelatih sudah mengirim message, juga dari PSSI. Mereka sudah bicara ada TC. Kondisi saya saat ini bagus. Latihan setiap hari. Bermain juga di Sao Paulo U-20, juga di tim profesionalnya,” katanya.

Welber Jardim pertama kali bergabung dengan Timnas Indonesia U-17 pada 2023 saat era kepelatihan Bima Sakti. Kala itu, ia dipersiapkan untuk tampil di Piala Dunia U-17.

Selama tiga tahun memperkuat tim nasional kelompok umur, Welber merasa mendapat banyak pengalaman penting, termasuk beradaptasi dengan budaya dan bahasa Indonesia.

“Waktu ke timnas pertama kali umur 16 tahun, pas waktu persiapan Piala Dunia U-17 di Solo. Selama tiga tahun di timnas saya banyak sekali belajar seperti makanan Indonesia. Belajar juga bagaimana perbedaan sepak bola Indonesia dan Brasil. Saya harus beradaptasi juga,” ujarnya.

Pemain bernama lengkap Welberlieskott de Halim Jardim itu juga mengaku sempat kesulitan berbahasa Indonesia ketika pertama kali datang ke Tanah Air.

“Belajar juga bahasa Indonesia. Waktu pertama kali datang ke Indonesia, saya pikir saya bisa bahasa Indonesia ternyata saya tidak mengerti apa-apa. Habis itu saya mulai berlatih dan bicara terus memakai bahasa Indonesia dan mulai lancar. Pelatih pertama saya di timnas, Bima Sakti,” lanjutnya.

Kecintaan Welber terhadap sepak bola ternyata sudah tumbuh sejak usia dini. Ia mulai mengenal sepak bola ketika berusia tiga tahun berkat sang ayah, Elisangelo Jardim, yang pernah memperkuat Persiba Balikpapan dan Persekaba Bandung.

Ayahnya pula yang menjadi pelatih pertama Welber sebelum akhirnya masuk akademi sepak bola di Brasil.

“Umur tiga tahun sudah latihan. Waktu papa main di Bali, dia latihan, saya sering diajak menonton. Menonton dia juga saat bertanding. Dari situ saya mulai cinta sama sepak bola,” tutur Welber.

Karier Welber kemudian berkembang pesat. Ia sempat lolos seleksi akademi Palmeiras sebelum akhirnya memilih bergabung dengan Sao Paulo FC sejak usia 10 tahun.

“Tapi dua bulan saya langsung ikut seleksi di Palmeiras. Ada 100 pemain, tapi hanya empat yang lolos, termasuk saya,” kata Welber.

Baca juga: Timnas Indonesia Satu Grup dengan Thailand di Piala Asia 2027, Rivalitas ASEAN Kembali Memanas

“Di usia enam tahun masuk tim futsal Palmeiras. Di futsal sampai usia 11 tahun. Di usia 10 tahun sudah main untuk Palmeiras dan mulai seleksi di Sao Paulo dan dia lolos. Saya pilih tinggal di Sao Paulo. Waktu itu saya baru berusia 10 ke 11 tahun,” pungkasnya.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai