Suthan dan Mutiara Pimpin Kontingen O2SN Jawa Barat ke Tingkat Nasional

Bandung, Denting.id – Kontingen Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Jawa Barat resmi menetapkan daftar atlet terbaiknya untuk berlaga di level nasional. Dua pelajar berprestasi, Suthan Akram Maulana dan Mutiara Asy Syifa, sukses memimpin perolehan poin tertinggi pada seleksi provinsi.

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan seleksi ketat ini selama sepekan penuh dengan melibatkan ratusan pelajar berbakat. Hasil evaluasi tim pemandu bakat menunjukkan kualitas fisik dan teknik para atlet pelajar Jabar mengalami peningkatan pesat.

Suthan Akram Maulana menjadi andalan utama kontingen Jabar pada cabang olahraga atletik nomor lari cepat putra. Kecepatan dan ketahanan fisiknya selama masa seleksi berhasil memecahkan rekor catatan waktu terbaik tingkat pelajar daerah.

Sementara itu, Mutiara Asy Syifa menunjukkan dominasi mutlak pada cabang olahraga bulu tangkis tunggal putri. Ketenangan mental bertanding yang diperlihatkan Mutiara menjadi modal berharga untuk menghadapi perwakilan dari provinsi kuat lainnya seperti DKI Jakarta dan Jawa Timur.

“Suthan dan Mutiara menunjukkan performa luar biasa selama seleksi provinsi yang berakhir pada Jumat, 10 Juli 2026 ini. Kami yakin mental juara anak-anak Jabar akan berbicara banyak di tingkat nasional dan membawa pulang piala tertinggi,” kata Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Wahyu Mijaya, di Bandung, Jumat (10/7/2026).

Wahyu menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan bonus apresiasi khusus berupa beasiswa pendidikan bagi para peraih medali emas nasional. Langkah stimulus ini bertujuan untuk memotivasi para siswa agar tetap fokus menyeimbangkan prestasi akademik dan olahraga.

Tim pelatih O2SN Jabar menjadwalkan program pemusatan latihan intensif (training center) terpusat di Bandung mulai pekan depan. Selama masa karantina, para atlet akan mendapatkan pengawasan ketat terkait pola nutrisi, kebugaran fisik, hingga simulasi strategi bertanding.

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat turut menerjunkan tim sport science untuk membantu mengoptimalkan performa para siswa. Pendekatan ilmiah ini terbukti efektif meminimalkan risiko cedera otot pada atlet usia muda selama latihan keras.

Sektor pendidikan vokasi (SMK) juga menyumbangkan beberapa atlet potensial pada cabang olahraga karate dan pencak silat. Diversifikasi sebaran asal sekolah ini membuktikan bahwa pembinaan bakat olahraga di Jabar sudah berjalan merata di seluruh jenjang.

Pihak keluarga dan sekolah memberikan dukungan penuh terhadap dispensasi waktu belajar bagi para atlet selama masa persiapan ini. Sinergi yang kuat antara orang tua, pelatih, dan sekolah menjadi kunci utama di balik kesuksesan pembinaan prestasi olahraga pelajar di Jawa Barat.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai