Scaloni Tegaskan Argentina vs Inggris Murni Laga Sepak Bola

Denting.id – Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, menegaskan duel semifinal Piala Dunia 2026 melawan Inggris tidak boleh dikaitkan dengan sejarah konflik politik kedua negara. Menurutnya, pertandingan yang akan berlangsung di Stadion Atlanta pada Kamis (16/7/2026) dini hari WIB itu murni merupakan laga sepak bola.

Pernyataan tersebut disampaikan Scaloni setelah Argentina memastikan tiket ke semifinal usai mengalahkan Swiss 3-1 melalui babak perpanjangan waktu pada laga perempat final di Arrowhead Stadium, Minggu (12/7/2026) pagi WIB.

Argentina sempat unggul cepat lewat Alexis Mac Allister sebelum Swiss menyamakan kedudukan melalui Dan Ndoye pada pertengahan babak kedua. Situasi berubah setelah Breel Embolo menerima kartu merah akibat insiden diving yang kontroversial. Unggul jumlah pemain, Albiceleste akhirnya memastikan kemenangan berkat gol Julian Alvarez pada menit ke-112 dan Lautaro Martinez di penghujung pertandingan.

Keberhasilan itu membuat Argentina akan kembali berhadapan dengan rival lamanya, Inggris, dalam laga yang diprediksi berlangsung sengit. Meski sejarah pertemuan kedua negara kerap dikaitkan dengan konflik Kepulauan Falkland atau Malvinas pada 1982, Scaloni meminta semua pihak memisahkan urusan politik dari sepak bola.

“Dengar, ini hanya sebuah pertandingan sepak bola. Jadi, pesan saya adalah ini murni laga sepak bola. Hanya itu yang bisa saya katakan,” ujar Scaloni.

Pelatih berusia 48 tahun itu juga memberikan respek kepada Inggris yang kini ditangani Thomas Tuchel.

“Ini pertandingan olahraga dan kami akan menghadapi lawan yang sangat tangguh. Inggris memiliki pelatih yang luar biasa, Thomas Tuchel, dan sekali lagi, ini hanya pertandingan sepak bola, tidak lebih dari itu,” tegasnya.

Pertandingan semifinal nanti juga memiliki nilai historis karena berlangsung tepat 40 tahun setelah duel legendaris Argentina kontra Inggris pada perempat final Piala Dunia 1986 di Meksiko. Saat itu, Diego Maradona membawa Argentina menang 2-1 lewat dua gol ikonik, yakni gol “Tangan Tuhan” dan aksi solo yang hingga kini dikenang sebagai salah satu gol terbaik sepanjang sejarah sepak bola.

Setelah pertemuan bersejarah tersebut, kedua tim kembali bertemu di Piala Dunia 1998, yang dimenangkan Argentina lewat adu penalti. Inggris kemudian membalas dengan kemenangan pada edisi 2002.

Meski sukses mencapai semifinal, Scaloni mengakui performa timnya belum berada di level terbaik. Argentina harus bekerja keras dalam tiga pertandingan terakhir, termasuk saat menyingkirkan Tanjung Verde, Mesir, dan Swiss.

“Kemenangan atas Swiss lebih didasari oleh hasrat besar untuk menang ketimbang kualitas permainan kami di lapangan. Kami sudah berada di semifinal, sebuah posisi istimewa dalam sepak bola yang mungkin sering dianggap remeh oleh orang-orang, padahal mencapainya sama sekali tidak mudah,” kata Scaloni.

Ia memastikan timnya akan mengerahkan seluruh kemampuan demi mempertahankan peluang menembus final.

Baca juga: Paolo Maldini Ditunjuk sebagai Direktur Teknik Timnas Italia

“Sekarang kami akan mengerahkan segalanya yang kami bisa, berjuang hingga akhir, dengan sisa-sisa kekuatan dan setiap tetes keringat terakhir kami. Jika kami berhasil lolos ke final, itu luar biasa. Jika tidak, kami tahu kami telah memberikan segalanya. Jangan ada yang meragukan hal itu,” pungkasnya.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai