Festival Merah Putih 2026 Digelar, 5.000 Bendera Bakal Hiasi Kota Bogor

 

Bogor, Denting.id – Kota Bogor kembali menyambut bulan kemerdekaan melalui Festival Merah Putih (FMP) 2026. Sebanyak 17 rangkaian kegiatan disiapkan sepanjang Agustus, mulai dari agenda kebangsaan, seni budaya, hingga pemberdayaan UMKM.

Festival yang telah menjadi agenda tahunan sekaligus ikon peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Bogor itu resmi dibuka di Markas Korem 061/Suryakancana, Jumat (31/7/2026).

Pembukaan dilakukan Komandan Korem 061/Suryakancana, Brigjen TNI Thomas Rajunio, dan dihadiri jajaran Pemerintah Kota Bogor, panitia, komunitas, organisasi masyarakat, serta berbagai elemen warga.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan FMP bukan sekadar kegiatan seremonial untuk memeriahkan bulan kemerdekaan. Menurutnya, festival tersebut menjadi ruang untuk memperkuat persatuan masyarakat di tengah keberagaman.

“Ini perayaan kita sebagai warga Kota Bogor yang sangat guyub. Pembangunan bukan hanya pembangunan infrastruktur, tetapi juga membangun manusia Bogor yang dilandasi rasa persahabatan, kekeluargaan, serta saling mencintai dan memiliki,” ujar Dedie.

Dedie berharap seluruh rangkaian FMP 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif sehingga masyarakat dapat menikmati berbagai kegiatan dengan penuh suka cita.

5.000 Bendera Merah Putih Hiasi Kota Bogor

Semangat nasionalisme dalam FMP 2026 juga akan terlihat dari pemasangan sekitar 5.000 Bendera Merah Putih dan umbul-umbul di sejumlah ruas jalan, kawasan publik, hingga titik strategis di Kota Bogor.

Pemkot Bogor mengajak masyarakat, pelaku usaha, maupun instansi pemerintahan turut mengibarkan Bendera Merah Putih di lingkungan masing-masing selama Agustus.

Tak hanya pemasangan bendera, tradisi pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih juga kembali digelar setiap hari di kawasan Tugu Kujang.

Pengibaran dilakukan pukul 07.00 WIB, sedangkan penurunan dilaksanakan pukul 17.00 WIB sepanjang bulan Agustus.

Tradisi tersebut menjadi salah satu daya tarik FMP yang diharapkan dapat dinikmati masyarakat sekaligus wisatawan yang datang ke Kota Bogor.

17 Agenda Libatkan UMKM hingga Komunitas

Ketua Panitia FMP 2026, Syahril M. Said, mengatakan penyelenggaraan tahun ini mengusung konsep yang memadukan semangat kebangsaan dengan penguatan ekonomi masyarakat.

Sebanyak 17 agenda utama disiapkan dengan melibatkan berbagai elemen, mulai dari komunitas, pelaku UMKM, pelajar, organisasi kepemudaan, hingga pegiat seni dan budaya.

Sejumlah agenda yang akan digelar antara lain Kirab Merah Putih yang melibatkan ribuan peserta, Festival Kopi Legendaris Kota Bogor, pameran dan pemberdayaan UMKM, program penguatan ekonomi kerakyatan, edukasi kebangsaan, serta berbagai pertunjukan seni dan budaya.

Rangkaian kegiatan juga diarahkan untuk mendukung promosi pariwisata Kota Bogor.

Syahril mengatakan seluruh agenda dirancang tidak hanya untuk memperkuat semangat kebangsaan, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

“Festival ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Bogor selama bulan Agustus, memperluas peluang usaha bagi pelaku UMKM, sekaligus memperkuat rasa cinta tanah air di kalangan masyarakat,” katanya.

FMP telah menjadi salah satu agenda yang identik dengan Kota Bogor. Selain memperingati kemerdekaan, festival ini menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, TNI, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat.

Melalui 17 rangkaian kegiatan sepanjang Agustus, FMP 2026 diharapkan dapat memperkuat nasionalisme sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, UMKM, dan pariwisata Kota Bogor. (Red)

Bogor, Denting.id – Kota Bogor kembali menyambut bulan kemerdekaan melalui Festival Merah Putih (FMP) 2026. Sebanyak 17 rangkaian kegiatan disiapkan sepanjang Agustus, mulai dari agenda kebangsaan, seni budaya, hingga pemberdayaan UMKM.

Festival yang telah menjadi agenda tahunan sekaligus ikon peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Bogor itu resmi dibuka di Markas Korem 061/Suryakancana, Jumat (31/7/2026).

Pembukaan dilakukan Komandan Korem 061/Suryakancana, Brigjen TNI Thomas Rajunio, dan dihadiri jajaran Pemerintah Kota Bogor, panitia, komunitas, organisasi masyarakat, serta berbagai elemen warga.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan FMP bukan sekadar kegiatan seremonial untuk memeriahkan bulan kemerdekaan. Menurutnya, festival tersebut menjadi ruang untuk memperkuat persatuan masyarakat di tengah keberagaman.

“Ini perayaan kita sebagai warga Kota Bogor yang sangat guyub. Pembangunan bukan hanya pembangunan infrastruktur, tetapi juga membangun manusia Bogor yang dilandasi rasa persahabatan, kekeluargaan, serta saling mencintai dan memiliki,” ujar Dedie.

Dedie berharap seluruh rangkaian FMP 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif sehingga masyarakat dapat menikmati berbagai kegiatan dengan penuh suka cita.

5.000 Bendera Merah Putih Hiasi Kota Bogor

Semangat nasionalisme dalam FMP 2026 juga akan terlihat dari pemasangan sekitar 5.000 Bendera Merah Putih dan umbul-umbul di sejumlah ruas jalan, kawasan publik, hingga titik strategis di Kota Bogor.

Pemkot Bogor mengajak masyarakat, pelaku usaha, maupun instansi pemerintahan turut mengibarkan Bendera Merah Putih di lingkungan masing-masing selama Agustus.

Tak hanya pemasangan bendera, tradisi pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih juga kembali digelar setiap hari di kawasan Tugu Kujang.

Pengibaran dilakukan pukul 07.00 WIB, sedangkan penurunan dilaksanakan pukul 17.00 WIB sepanjang bulan Agustus.

Tradisi tersebut menjadi salah satu daya tarik FMP yang diharapkan dapat dinikmati masyarakat sekaligus wisatawan yang datang ke Kota Bogor.

17 Agenda Libatkan UMKM hingga Komunitas

Ketua Panitia FMP 2026, Syahril M. Said, mengatakan penyelenggaraan tahun ini mengusung konsep yang memadukan semangat kebangsaan dengan penguatan ekonomi masyarakat.

Sebanyak 17 agenda utama disiapkan dengan melibatkan berbagai elemen, mulai dari komunitas, pelaku UMKM, pelajar, organisasi kepemudaan, hingga pegiat seni dan budaya.

Sejumlah agenda yang akan digelar antara lain Kirab Merah Putih yang melibatkan ribuan peserta, Festival Kopi Legendaris Kota Bogor, pameran dan pemberdayaan UMKM, program penguatan ekonomi kerakyatan, edukasi kebangsaan, serta berbagai pertunjukan seni dan budaya.

Rangkaian kegiatan juga diarahkan untuk mendukung promosi pariwisata Kota Bogor.

Syahril mengatakan seluruh agenda dirancang tidak hanya untuk memperkuat semangat kebangsaan, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

“Festival ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Bogor selama bulan Agustus, memperluas peluang usaha bagi pelaku UMKM, sekaligus memperkuat rasa cinta tanah air di kalangan masyarakat,” katanya.

FMP telah menjadi salah satu agenda yang identik dengan Kota Bogor. Selain memperingati kemerdekaan, festival ini menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, TNI, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat.

Melalui 17 rangkaian kegiatan sepanjang Agustus, FMP 2026 diharapkan dapat memperkuat nasionalisme sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, UMKM, dan pariwisata Kota Bogor. (Red)

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai