Gugur Saat Bertugas, Petugas Damkar Andriyono Meninggal Usai Padamkan Kebakaran di Jakarta Timur

JAKARTA, Denting.id – Duka menyelimuti jajaran pemadam kebakaran dan keluarga Andriyono, petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) yang gugur saat menjalankan tugas memadamkan kebakaran lahan kosong di Jalan Penggilingan Baru I, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (1/8/2026).

 

Andriyono mengembuskan napas terakhir setelah sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Harapan Bunda, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi istri, keluarga, rekan kerja, dan seluruh jajaran pemadam kebakaran yang mengenalnya sebagai sosok berdedikasi tinggi dalam menjalankan tugas.

 

Peristiwa nahas itu bermula ketika Andriyono bersama tim pemadam diterjunkan untuk menangani kebakaran lahan kosong yang dilaporkan terjadi di kawasan Jalan Penggilingan Baru I. Saat proses pemadaman berlangsung, ia mengalami insiden yang menyebabkan kondisinya kritis hingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

 

Meski telah mendapatkan perawatan dari tim medis, nyawa Andriyono tidak dapat diselamatkan. Kabar wafatnya petugas pemadam kebakaran tersebut membawa duka mendalam, terutama bagi keluarga yang ditinggalkan.

 

Keberanian Andriyono dalam menjalankan tugas menjadi cerminan pengabdian seorang petugas pemadam kebakaran yang setiap hari menghadapi risiko tinggi demi melindungi keselamatan masyarakat dan meminimalkan dampak bencana kebakaran.

 

Insiden ini sekaligus menjadi pengingat bahwa profesi petugas pemadam kebakaran merupakan salah satu pekerjaan dengan tingkat risiko yang tinggi. Selain berhadapan dengan kobaran api, petugas juga menghadapi ancaman asap pekat, suhu ekstrem, runtuhan bangunan, hingga kondisi darurat lain yang dapat mengancam keselamatan jiwa.

 

Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai pihak atas gugurnya Andriyono. Masyarakat turut mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi musibah tersebut.

 

Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pendalaman terkait insiden yang menyebabkan Andriyono gugur saat bertugas. Hasil evaluasi diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan untuk meningkatkan keselamatan personel dalam setiap operasi pemadaman kebakaran di masa mendatang.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai