SUKABUMI, Denting.id — Kondisi ratusan santri Pondok Pesantren Baiti Jannati, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, yang mengalami gejala dugaan keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan terus membaik.
Sebagian besar santri yang sempat mendapatkan perawatan di RSUD Syamsudin SH dan RSUD Al Mulk Kota Sukabumi telah diperbolehkan pulang setelah menjalani pemeriksaan dan mendapat penanganan medis.
Sebelumnya, sejumlah santri mengalami keluhan seperti mual, muntah, pusing hingga diare setelah menyantap menu MBG pada Jumat (14/8/2026).
Kondisi tersebut membuat ratusan santri harus mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan. Aktivitas pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Syamsudin SH dan RSUD Al Mulk sempat meningkat pada Sabtu (15/8/2026) pagi.
Dokter yang menangani pasien, dr. Irfanugraha, mengatakan para santri mulai berdatangan sejak sekitar pukul 08.30 WIB dengan berbagai keluhan yang mengarah pada gangguan pencernaan.
“Pasien datang mulai jam 08.30 WIB dengan keluhan mual, muntah, pusing, dan mencret. Berdasarkan pengakuan, mereka mengeluhkan sakit usai menyantap makanan,” ujar dr. Irfanugraha.
Setibanya di rumah sakit, para santri langsung menjalani pemeriksaan medis. Sejumlah pasien juga mendapatkan obat-obatan serta cairan infus untuk membantu menstabilkan kondisi tubuh.
Seiring penanganan medis yang dilakukan, kondisi sebagian besar pasien berangsur membaik. Mereka yang dinilai sudah stabil dan tidak memerlukan perawatan lanjutan kemudian diperbolehkan kembali ke pesantren maupun rumah masing-masing.
Meski demikian, tenaga medis tetap melakukan pemantauan terhadap pasien yang masih menjalani perawatan. Kondisi kesehatan mereka dipastikan terus dipantau untuk mengantisipasi munculnya kembali gejala.
Insiden tersebut sebelumnya mendorong Dinas Kesehatan Kota Sukabumi melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti munculnya gejala pada para santri.
Petugas epidemiologi juga telah mengambil sejumlah sampel untuk pemeriksaan lebih lanjut, termasuk sisa makanan yang dikonsumsi para santri. Sampel tersebut diperlukan untuk membantu memastikan apakah terdapat kontaminasi yang menjadi penyebab munculnya keluhan.
Pemerintah dan pihak terkait masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.
Dengan kondisi mayoritas pasien yang mulai pulih, penanganan medis terhadap para santri terus dilakukan sesuai kebutuhan. Pemerintah juga diharapkan dapat memastikan keamanan penyediaan makanan MBG agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

