Kemarau Melanda, Hampir 1.000 Warga Sukabumi Dapat 10 Ribu Liter Air Bersih

 

SUKABUMI, Denting.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi bersama Palang Merah Indonesia (PMI) menyalurkan sebanyak 10 ribu liter air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.

Bantuan tersebut diberikan kepada warga di dua wilayah, yakni Jalan Merdeka RT 2 dan RT 3/RW 8, Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, serta Perum Bumi Baros Kencana Blok 17 RT 1, 2, 3 dan 4/RW 17, Kelurahan Baros, Kecamatan Baros.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin mengatakan, penyaluran air bersih dilakukan setelah pihaknya menerima laporan terkait berkurangnya ketersediaan air di lingkungan masyarakat.

“Intensitas hujan yang menurun mengakibatkan sumber mata air warga berkurang. Karena itu, kami bersama PMI melakukan pendistribusian air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Yoseph, Selasa (8/9/2026).

Hampir 1.000 Warga Terdampak

Di Kelurahan Cikundul, bantuan air bersih diberikan kepada warga Jalan Merdeka RT 2 dan RT 3/RW 8.

Sebanyak 33 kepala keluarga atau sekitar 200 jiwa terdampak di RT 2. Sementara di RT 3, terdapat 68 kepala keluarga dengan jumlah sekitar 197 jiwa.

Sedangkan di Perum Bumi Baros Kencana Blok 17, Kelurahan Baros, bantuan menyasar sekitar 160 kepala keluarga atau sekitar 600 jiwa.

Masing-masing wilayah mendapatkan distribusi air bersih sebanyak 5.000 liter. Dengan demikian, total air yang disalurkan mencapai 10 ribu liter.

“Air tersebut ditampung di toren maupun ember yang disiapkan untuk kebutuhan masyarakat,” ujar Yoseph.

BPBD Pantau Kondisi Sumber Air

Dalam pendistribusian tersebut, BPBD Kota Sukabumi melibatkan PMI Kota Sukabumi, Kelurahan Cikundul, Kelurahan Baros, Polsek Lembursitu, Koramil Baros, Kecamatan Baros, PMI Kecamatan Lembursitu dan Baros, serta unsur RT dan RW setempat.

Sebelum bantuan disalurkan, BPBD terlebih dahulu berkoordinasi dengan aparat kewilayahan untuk memastikan kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak.

“Kami menerima laporan, kemudian melakukan koordinasi dengan aparat setempat dan selanjutnya melaksanakan pendistribusian air bersih. Kondisi di lapangan terus kami pantau,” ungkapnya.

Yoseph menegaskan, ketersediaan air bersih menjadi perhatian BPBD karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

Distribusi air bersih tersebut menjadi langkah penanganan sementara sambil melihat perkembangan kondisi sumber air di wilayah terdampak.

“Untuk sementara kebutuhan air bersih masyarakat sudah didistribusikan. Setelah air masuk ke penampungan toren maupun ember warga, kondisi relatif aman,” tambahnya.

Meski demikian, BPBD mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama kondisi minim hujan masih berlangsung.

Warga juga diminta segera melapor kepada pemerintah wilayah apabila kembali mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menghemat penggunaan air dan segera melaporkan kepada pemerintah wilayah apabila kembali mengalami kesulitan mendapatkan air bersih,” pungkas Yoseph.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai