Ronaldo Ungkap Konflik dengan Jorge Jesus

Denting.id – Cristiano Ronaldo akhirnya buka suara mengenai persoalannya dengan pelatih Timnas Portugal, Jorge Jesus, yang membuatnya meninggalkan pemusatan latihan. Dalam surat lima halaman yang dibagikan melalui media sosial, Ronaldo mengungkap kronologi konflik tersebut sekaligus meminta maaf kepada rekan-rekan setimnya.

Ronaldo meninggalkan skuad Portugal setelah tidak dimainkan dalam kemenangan 2-1 atas Norwegia pada 27 September. Pemain berusia 41 tahun itu mengatakan keputusannya berkaitan dengan janji Jesus yang menurutnya telah dilanggar sebanyak dua kali.

Ronaldo menegaskan persoalan tersebut bukan semata-mata karena dirinya tidak dimainkan. Ia menyebut Jesus sebelumnya meminta dirinya bersiap tampil selama 30 menit, meski rencana awal pemulihan fisiknya membuat Ronaldo dijadwalkan baru bermain pada 4 Oktober di Stadion Dragao.

“Yang sangat mengejutkan saya, pelatih bertanya apakah saya siap bermain selama 30 menit melawan Norwegia. Saya sepenuhnya fokus pada pemulihan fisik, berlatih bersama rekan-rekan seperti biasa, dan berpikir bahwa saya tidak akan bermain hari itu. Saya tidak mempermasalahkan hal tersebut,” kata Ronaldo.

Ronaldo kemudian melakukan pemanasan sejak babak kedua dimulai. Namun, hingga pertandingan berakhir, dirinya tidak kunjung dimainkan.

“Permintaan ini berada di luar rencana pemulihan fisik dan latihan saya karena saya hanya dijadwalkan bermain pada 4 Oktober di Dragao, tetapi tentu saja saya mengatakan ya. Dia meminta saya bersiap karena saya akan bermain selama 30 menit. Semua orang tahu apa yang terjadi setelah itu. Saya melakukan pemanasan sejak babak pertama berakhir, melihat waktu terus berjalan, tetapi tidak dipanggil masuk. Pelatih telah mengingkari janjinya kepada saya,” ujarnya.

Situasi tersebut kemudian semakin memanas setelah konferensi pers Jesus seusai pertandingan. Ronaldo menilai pernyataan yang disampaikan sang pelatih berbeda dengan pembicaraan mereka secara pribadi.

Menurut Ronaldo, sebelumnya telah ada kesepakatan mengenai penjelasan yang akan disampaikan Jesus untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Namun, ia merasa pernyataan Jesus justru memperburuk keadaan.

“Konferensi pers itu seperti yang sudah diketahui semua orang: sikapnya sama sekali tidak sesuai dengan pertemuan kami. Saya mendengar ungkapan dan sikap agresif yang menurut saya tidak pantas saya terima, dengan sikap ‘saya mau, saya bisa, dan saya yang memerintah’ yang tidak pernah dia tunjukkan kepada saya, bahkan sedikit pun, ketika berbicara secara pribadi sehari sebelumnya,” tutur Ronaldo.

“Itu adalah kedua kalinya dia mengingkari janjinya kepada saya,” tegasnya.

Meski mengungkap kekecewaannya terhadap Jesus, Ronaldo tidak menempatkan seluruh kesalahan di pihak pelatih. Ia mengakui keputusannya meninggalkan pemusatan latihan Portugal merupakan sebuah kesalahan.

Ronaldo bahkan meminta maaf kepada rekan-rekan setim, masyarakat Portugal, dan menyerahkan keputusan terkait hukuman kepada Federasi Sepak Bola Portugal (FPF).

“Saya berutang permintaan maaf kepada rekan-rekan setim di tim nasional karena meninggalkan pemusatan latihan. Terlepas dari pelanggaran kepercayaan yang sepenuhnya terjadi terhadap janji pelatih, seperti yang dapat disaksikan oleh siapa pun yang menyaksikan percakapan kami, saya seharusnya tidak melakukan itu. Tanggung jawab sepenuhnya berada pada saya,” kata Ronaldo.

“Saya juga meminta maaf kepada masyarakat Portugal, tetapi sebuah janji yang dilanggar memiliki dampak yang sangat menentukan bagi saya. Sejak saat itu, saya merasa kehadiran saya justru hanya akan merugikan kelompok, dan saya melakukan apa yang selalu saya katakan akan saya lakukan jika saya merasa tidak berguna: saya mengemasi barang dan pergi,” lanjutnya.

Ronaldo juga meminta FPF memberikan hukuman atas tindakannya tanpa keringanan. Ia menilai statusnya sebagai kapten Portugal membuat kesalahannya memiliki tanggung jawab lebih besar.

“Konsekuensi dari tindakan saya harus dinilai dan dihukum oleh FPF. Hukuman tersebut seharusnya tidak memiliki keadaan yang meringankan. Saya bukan sekadar pemain biasa; saya adalah kapten tim, dan itu merupakan faktor yang memberatkan,” ujarnya.

Meski hubungan dengan Jesus sempat memanas, Ronaldo memastikan dirinya belum mengakhiri karier internasional. Ia masih ingin memperkuat Portugal selama kondisi fisiknya memungkinkan dan tetap tampil bersama klub.

Baca juga: Bruno Fernandes Berharap Cristiano Ronaldo Urungkan Niat Tinggalkan Timnas Portugal

Ronaldo juga menegaskan belum terburu-buru menjalani pertandingan perpisahan bersama Portugal. Ia masih ingin membela negaranya dan menambah jumlah penampilannya bersama tim nasional.

Editor: Linna Susanti

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai