Kali Bekasi Menghitam Lagi, DLH Dorong Penelusuran Sumber Pencemaran

 

BEKASI, Denting.id — Aliran Kali Bekasi di kawasan Margahayu, Kota Bekasi, Jawa Barat, kembali terlihat berbusa dan berwarna hitam pada Jumat (23/10/2026). Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi berencana melaporkan dugaan pencemaran tersebut kepada Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).

Kemunculan busa dan perubahan warna air itu kembali menyoroti dugaan pencemaran limbah di Kali Bekasi. DLH Kota Bekasi menyebut sumber pencemaran diduga berasal dari wilayah Kabupaten Bogor.

Namun, lokasi yang berada di luar wilayah administrasi Kota Bekasi membuat pemerintah kota memiliki keterbatasan kewenangan untuk melakukan penindakan langsung terhadap sumber pencemaran.

Karena itu, DLH Kota Bekasi akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar dugaan pencemaran tersebut dapat ditelusuri dan ditangani sesuai kewenangan.

Dugaan Sumber Pencemaran dari Bogor

Perubahan kondisi air Kali Bekasi menjadi hitam dan berbusa kembali memunculkan perhatian terhadap kualitas air sungai yang melintasi sejumlah wilayah.

Meski dugaan sumber pencemaran mengarah ke wilayah Kabupaten Bogor, lokasi dan pihak yang bertanggung jawab masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut oleh instansi berwenang.

DLH Kota Bekasi berharap laporan kepada KLH/BPLH dapat mendorong penelusuran sumber pencemaran, termasuk pemeriksaan terhadap kemungkinan pembuangan limbah ke aliran sungai.

Penanganan lintas wilayah dinilai diperlukan karena pencemaran yang terjadi di satu daerah dapat berdampak pada kualitas air di wilayah lain yang dilalui aliran sungai.

Dorong Penanganan agar Tak Berulang

DLH Kota Bekasi berharap pemerintah pusat dapat menindaklanjuti laporan tersebut dengan mengidentifikasi sumber pencemaran dan menentukan langkah penanganan yang tepat.

Penelusuran menyeluruh diperlukan agar penanganan tidak hanya berfokus pada perubahan kondisi air yang terlihat di wilayah Kota Bekasi, tetapi juga pada sumber masalahnya.

Upaya tersebut diharapkan dapat mencegah dugaan pencemaran serupa terus berulang sekaligus menjaga kualitas air Kali Bekasi.

Editor : Linna Susanti

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai