Jakarta, Denting.id – Pemukim Israel menyerang warga Palestina yang sedang memanen zaitun di Kota Beita, selatan Nablus, Tepi Barat, pada Jumat (30/10/2026). Dalam serangan tersebut, para pemetik zaitun diusir dari area al-Hara’iq dan peralatan panen milik warga disita.
Menurut sumber-sumber lokal, aksi tersebut mengganggu aktivitas panen zaitun yang tengah dilakukan masyarakat Palestina di kawasan itu.
Pada waktu bersamaan, pemukim bersenjata Israel juga merusak pohon-pohon zaitun di bagian barat daya Desa Burqa, timur Ramallah. Mereka bahkan berusaha menyerang warga Palestina yang sedang melakukan panen di wilayah tersebut.
Kekerasan pemukim terhadap warga Palestina dan properti mereka dilaporkan terus terjadi di berbagai wilayah Tepi Barat.
Serangan tersebut mencakup pembakaran rumah dan masjid, pelemparan batu, perusakan tanaman serta pohon zaitun, hingga penyerangan terhadap permukiman warga.
Berbagai aksi kekerasan itu dilaporkan jarang berujung pada penuntutan oleh otoritas Israel. Sementara itu, sekitar satu juta pemukim Israel tinggal di permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, yang keberadaannya bertentangan dengan hukum internasional.
Dalam perkembangan lainnya, seorang anak Palestina meninggal dunia akibat luka tembak tentara Israel di wilayah selatan Khan Younis, Jalur Gaza.
Pasukan Israel juga dilaporkan meledakkan rumah milik seorang warga Palestina yang telah gugur di sebuah lingkungan di Hebron yang masih berada dalam pengepungan.
Di Hebron, sejumlah keluarga pengungsi Palestina menggelar aksi protes untuk menuntut hak mereka kembali ke rumah masing-masing. Sementara itu, pemukim Israel mulai membangun pos permukiman baru di wilayah barat Ramallah.
Kekerasan juga dilaporkan terjadi di dekat Jenin. Pemukim Israel mencuri peralatan dan merusak properti milik warga Palestina.
Serangan terhadap para pemetik zaitun dan aktivis solidaritas turut terjadi di sekitar Ramallah.
Sementara di dekat Nablus, seorang warga Palestina dilaporkan terluka akibat serangan pemukim. Adapun di Provinsi Tulkarem, pasukan Israel menculik empat warga Palestina.
Rangkaian insiden tersebut semakin menambah tekanan terhadap masyarakat Palestina di Tepi Barat, khususnya para petani yang tengah menjalani musim panen zaitun.
Selain menghadapi ancaman kekerasan, para petani juga harus menghadapi risiko perusakan pohon dan lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan mereka.
Editor: Linna Susanti

