Jumlah Tahanan Perempuan Palestina di Penjara Israel Meningkat Jadi 88 Orang

Jakarta, Denting.id – Jumlah perempuan Palestina yang ditahan di penjara pendudukan Israel meningkat menjadi 88 orang. Sekitar 24 persen di antaranya diketahui berstatus tahanan administratif tanpa dakwaan maupun proses pengadilan.

Komisi Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan Palestina menyampaikan data tersebut dalam pernyataan yang dikutip Selasa (3/11/2026).

Komisi mencatat, sekitar 24 persen dari seluruh tahanan perempuan tersebut dikenai perintah tahanan administratif, baik melalui penahanan baru maupun perpanjangan masa tahanan.

Tahanan administratif merupakan praktik yang memungkinkan otoritas Israel menahan warga Palestina tanpa dakwaan dan proses persidangan. Melalui kebijakan tersebut, masa penahanan dapat terus diperpanjang berdasarkan perintah otoritas Israel.

Kondisi tahanan Palestina di penjara Israel juga menjadi perhatian berbagai lembaga hak asasi manusia. Pada 1 November, sebuah laporan mengungkap kondisi kesehatan tahanan Palestina yang sakit di Penjara Gilboa semakin memburuk akibat dugaan penelantaran medis.

Sebelumnya, pada Oktober, Palestinian Prisoner’s Society melaporkan puluhan penggerebekan represif di sejumlah penjara Israel sejak 7 Oktober. Jurnalis Palestina sekaligus mantan tahanan, Bushra al-Taweel, juga dilaporkan menghadapi kondisi berat selama menjalani isolasi berkepanjangan.

Praktik penahanan dilaporkan tidak hanya terjadi di dalam penjara, tetapi juga meluas ke berbagai wilayah Palestina.

Palestinian Prisoner’s Society mencatat sekitar 70 warga Palestina ditangkap oleh otoritas Israel dalam beberapa hari di wilayah Tepi Barat pada akhir Oktober.

Selain itu, selama operasi militer Israel selama 10 hari di Al-Khalil yang berakhir dengan penarikan pasukan pada Senin (2/11), lebih dari 115 warga Palestina dilaporkan ditangkap, termasuk seorang anak perempuan.

Ratusan warga lainnya juga dilaporkan mengalami penahanan sementara, interogasi, dan perlakuan buruk.

Pada hari yang sama, WAFA melaporkan sejumlah perkembangan terkait kondisi warga Palestina di wilayah pendudukan. Utusan Palestina bersama Presiden Komite Internasional Palang Merah (ICRC) membahas kondisi tahanan Palestina di penjara Israel serta situasi kemanusiaan di wilayah Palestina yang diduduki.

Di Tepi Barat, pasukan Israel dilaporkan membongkar monumen untuk warga Palestina yang gugur di Nablus dan menurunkan bendera Palestina di Tulkarem.

Baca juga: China Kirim Utusan Khusus ke Iran, Oman, dan Arab Saudi untuk Dorong Perdamaian

Pasukan Israel juga mencabut sejumlah pohon zaitun serta menutup pintu masuk dua desa di selatan Nablus.

Sementara itu, situasi di Jalur Gaza masih diwarnai serangan militer Israel. Lima warga Palestina, termasuk seorang anak, dilaporkan gugur dalam serangan pada Senin (2/11).

Jumlah korban tewas di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 dilaporkan mencapai 74.609 orang.

Editor: Linna Susanti

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai