Pura-pura Kehabisan Bensin, Pria Tak Dikenal Bawa Kabur Motor Warga Depok

 

DEPOK, Denting.id – Seorang pria tak dikenal diduga membawa kabur sepeda motor Honda Revo milik warga Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, dengan modus berpura-pura kehabisan bensin. Pelaku meminjam motor korban dengan alasan hendak mengambil kunci jok Honda Astrea miliknya yang tertinggal di rumah.

Korban bernama Parjo (64), warga RT 05 RW 06 Pancoran Mas. Peristiwa tersebut terjadi di depan toko buah miliknya di Jalan Cagar Alam, Kamis (5/11/2026) sekitar pukul 07.07 WIB.

Parjo menuturkan, pria tersebut awalnya menghampirinya dan mengaku kesulitan membuka jok motor untuk mengisi bensin. Alasannya, kunci jok tertinggal di rumah.

Pelaku kemudian meminta izin meminjam sepeda motor Parjo untuk mengambil kunci tersebut.

“Saya samperin, ‘Kenapa Pak?’. Dia bilang, ‘Pakde, ini enggak bisa dibuka, mau ngisi bensin, motornya bensinnya habis’. Katanya kunci ketinggalan di rumah. Terus dia minta pinjam motor,” ujar Parjo saat ditemui di rumahnya, Jumat (6/11/2026).

Parjo sempat menawarkan diri untuk mengantarkan pria tersebut mengambil kunci. Namun, tawaran itu ditolak dengan alasan rumahnya tidak jauh dari lokasi.

Karena merasa iba, Parjo akhirnya meminjamkan sepeda motornya. Ia membiarkan Honda Astrea milik pria tersebut tetap berada di depan tokonya sembari menunggu pelaku kembali.

“Saya bilang, ‘Saya anterin aja’. Dia jawab, ‘Enggak usah, Pakde, orang dekat’. Setelah itu kunci motor saya kasih. Saya tunggu, tetapi dia enggak balik-balik,” tuturnya.

Parjo kemudian menyadari Honda Revo miliknya telah dibawa kabur. Sementara itu, Honda Astrea yang dikendarai pria tersebut justru ditinggalkan di lokasi.

Menurut Parjo, kondisi Honda Astrea itu masih cukup baik. Bodinya terlihat bersih dan mesinnya masih bisa dinyalakan. Hanya saja, jok motor tidak dapat dibuka menggunakan kunci kontak sehingga tangki bensinnya tidak bisa diisi.

Selain sepeda motor, pria tersebut juga meninggalkan dua kardus kosong dan sebuah kipas angin kecil dalam kondisi rusak.

Parjo mengaku tidak mengetahui identitas maupun asal pria tersebut. Keduanya juga tidak sempat bertukar nomor telepon.

Ia mengaku meminjamkan motor karena merasa kasihan melihat seseorang yang kesulitan di jalan. Namun, kebaikannya justru dimanfaatkan hingga kehilangan sepeda motor.

“Kalau lihat orang dorong-dorong motor di pinggir jalan atau kehabisan bensin, bagaimana rasanya? Saya sendiri juga pernah merasakan,” ucapnya.

Setelah sepeda motornya tidak kunjung dikembalikan, Parjo melaporkan kejadian tersebut kepada pengurus lingkungan dan Babinsa. Meski demikian, ia mengaku belum melaporkan peristiwa itu ke kepolisian setempat.

Editor : Linna Susanti

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai