Jelang Duel Penentu Lawan Bologna, Juventus dan Igor Tudor Dihantui Tekanan Berat

Denting.id – Juventus menghadapi tekanan besar menjelang laga krusial melawan Bologna pada pekan ke-35 Serie A 2024/2025. Pertandingan yang akan digelar di Stadio Renato Dall’Ara ini berpotensi menjadi titik balik dalam perebutan tiket Liga Champions, sekaligus menentukan nasib pelatih interim Igor Tudor.

Si Nyonya Tua saat ini menempati posisi keempat klasemen dengan keunggulan tipis satu poin dari Bologna yang membuntuti di posisi kelima. AS Roma dan Lazio pun membayangi dengan selisih dua poin, menjadikan persaingan menuju empat besar kian ketat.

Dalam konferensi pers jelang laga, Tudor menegaskan pentingnya pertandingan ini bagi timnya. “Tim sangat termotivasi dan siap untuk menghadapi pertandingan penting seperti laga besok melawan Bologna,” ujar pelatih asal Kroasia tersebut.

Namun, Juventus tidak datang dalam kondisi ideal. Deretan cedera masih membayangi skuad, terutama di lini belakang. Hanya Pierre Kalulu dan Renato Veiga yang tersedia sebagai bek tengah senior, memaksa Tudor mempertimbangkan opsi darurat.

“Andrea (Cambiaso) sudah membaik, dia berlatih dengan baik pekan ini dan sedang meningkatkan kebugarannya,” jelas Tudor, sembari membuka kemungkinan memainkan Cambiaso atau Nicolo Savona di posisi bek tengah.

Masalah juga melanda lini depan. Dusan Vlahovic dan Teun Koopmeiners dipastikan absen karena cedera, sedangkan Kenan Yildiz harus menjalani larangan bermain dua pertandingan usai kartu merah kontra Monza.

Terkait taktik, Tudor menegaskan bahwa Juventus tidak akan bermain aman demi hasil imbang. “Sepanjang karier saya, saya tidak pernah bermain untuk hasil imbang, dan saya yakin para pemain juga akan bermain untuk menang, tidak akan membuat perhitungan apa pun,” tegasnya.

Baca juga : Ruben Amorim Tak Mau Jemawa Usai Manchester United Bungkam Bilbao 3-0

Meski begitu, Tudor mengingatkan bahwa hasil akhir musim akan sangat bergantung pada konsistensi di sisa laga. Dengan persaingan ketat di papan atas, Juventus dituntut tampil sempurna agar tidak kehilangan tiket ke Liga Champions musim depan—sekaligus menyelamatkan masa depan Tudor sebagai pelatih.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai