Jakarta, denting.id – Proses adaptasi novel ke layar lebar kembali jadi sorotan. Dalam peluncuran teaser film Laut Bercerita, penulis novel Leila S. Chudori mengaku harus mengikhlaskan sejumlah adegan yang tak bisa masuk dalam versi film demi kepentingan adaptasi yang lebih sinematik.
“Saya selalu ingat kalimat pertama mas Anggi. Kita harus ikhlas ya sama adegan-adegan yang mungkin kita enggak bisa masukin padahal kita sayang sama adegan itu,” ujar penulis novel Leila S. Chudori.
Menurutnya, adaptasi bukan sekadar memindahkan halaman demi halaman ke layar. Ia menegaskan bahwa film memiliki medium berbeda sehingga membutuhkan pendekatan baru. Bersama tim penulis skenario, Leila sepakat bahwa esensi cerita jauh lebih penting daripada mempertahankan seluruh detail novel.
“Saya sendiri seorang penulis review film di Tempo selama dua tahun, dan saya tahu betul bahwa ketika ini mau diangkat film dan saya bersama mas Andi sama-sama menulis itu, bukunya memang harus kita singkirkan. Kita hanya mengambil jiwanya dan pilar-pilarnya tapi kita tidak mungkin mengikuti halaman demi halaman karena itu akan menjadi film yang buruk,” tuturnya.
Dalam proses adaptasi tersebut, beberapa adegan yang di novel hanya tersirat justru akan diperjelas lewat kekuatan visual dan audio di film. Leila juga mengakui melakukan diskusi intens dan beberapa kali revisi bersama sutradara Yosep Anggi Noen demi menghasilkan adaptasi yang solid.
Yosep Anggi Noen menegaskan bahwa adaptasi novel setebal itu ke format film memang mustahil dilakukan tanpa perubahan. “Memang ada perbedaan novel setebal itu untuk diwujudkan ke dalam film yang punya banyak durasi itu pasti tidak mungkin,” katanya.
Film Laut Bercerita sendiri mengangkat kisah perjuangan, persahabatan, dan misteri nasib para aktivis era 90-an. Dalam adaptasi ini, unsur persahabatan menjadi salah satu pilar utama yang memperkuat pesan kemanusiaan di tengah gejolak sejarah Indonesia.
Sejumlah aktor ternama didapuk membintangi film ini, di antaranya Reza Rahadian sebagai Biru Laut, Eva Celia sebagai Anjani, Yunita Siregar sebagai Asmara, Kevin Julio sebagai Daniel, hingga Dian Sastrowardoyo sebagai Kinan.
Diproduksi oleh Pal8 Pictures, film ini dijadwalkan tayang tahun ini dan menjadi salah satu adaptasi novel Indonesia yang paling dinantikan.
