UEA Serang Kepercayaan Iran, Ketegangan Selat Hormuz Dorong Harga Minyak Melonjak

Jakarta, Denting.id – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Uni Emirat Arab (UEA) melontarkan kritik tajam terhadap Iran terkait keamanan jalur pelayaran strategis.

Kementerian Luar Negeri UEA secara terbuka menyatakan bahwa Iran tidak lagi dapat dipercaya dalam menjaga stabilitas dan keamanan di Selat Hormuz, yang selama ini dikenal sebagai jalur vital perdagangan minyak dunia.

Dalam pernyataan resminya yang dikutip Reuters pada Jumat (1/5/2026), UEA menilai Iran tidak menunjukkan komitmen yang jujur dalam menjaga stabilitas kawasan.

“Pengalaman masa lalu dan apa yang terjadi saat ini membuktikan bahwa Iran tidak punya komitmen jujur untuk stabilitas kawasan maupun keamanan jalur pelayaran,” tegas Kementerian Luar Negeri UEA.

Sikap keras ini menandai perubahan signifikan dari pendekatan UEA sebelumnya yang cenderung lebih hati-hati dalam merespons dinamika politik Iran. Namun, meningkatnya insiden gangguan terhadap kapal di kawasan tersebut disebut menjadi pemicu utama perubahan sikap Abu Dhabi.

UEA kini bahkan mendesak keterlibatan komunitas internasional untuk menjaga keamanan Selat Hormuz. Mereka menegaskan bahwa jalur tersebut bukan hanya kepentingan regional, melainkan juga menyangkut stabilitas ekonomi global.

Di tengah memanasnya situasi, dampak langsung mulai terasa pada pasar energi dunia. Harga minyak mentah global melonjak tajam akibat terganggunya pasokan dari kawasan tersebut.

Berdasarkan data yang dilaporkan Al Jazeera, harga minyak mentah Brent mencapai US$ 111,29 per barel pada Jumat (1/5/2026). Angka ini naik signifikan dibandingkan sebelum konflik pecah pada akhir Februari lalu yang berada di kisaran US$ 65 per barel.

Bahkan, kontrak berjangka Brent sempat menyentuh US$ 126,41 per barel, menjadi level tertinggi dalam empat tahun terakhir.

Kenaikan harga ini dipicu oleh blokade di Selat Hormuz serta gangguan di pelabuhan-pelabuhan utama Iran yang mempersempit pasokan minyak global.

Baca juga: Merz Kritik AS Tak Punya Strategi Keluar dalam Konflik Iran, Eropa Waspadai Dampak Ekonomi

Situasi yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda membuat pasar energi dunia berada dalam tekanan, sementara komunitas internasional terus didesak untuk segera mengambil langkah guna mencegah krisis yang lebih luas.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai