Jakarta, Denting.id – Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ke Istana Kepresidenan Jakarta untuk menggelar rapat terbatas terkait proyek tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall di Pantai Utara Jawa, Selasa (12/5/2026).
Sejumlah pejabat yang hadir dalam rapat tersebut di antaranya Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa, serta Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo.
Rapat terbatas tersebut dijadwalkan berlangsung pada sore hari dengan fokus pembahasan proyek tanggul laut yang menjadi salah satu program strategis pemerintah.
Rosan membenarkan agenda rapat tersebut berkaitan dengan proyek tanggul laut. Namun, ia enggan membeberkan lebih jauh materi yang akan dibahas dalam pertemuan bersama Presiden.
“Iya, iya, tanggul laut,” ujar Rosan singkat kepada wartawan.
Pemerintah diketahui tengah mempercepat perencanaan proyek Giant Sea Wall di Pantai Utara Jawa agar dapat segera direalisasikan dalam waktu dekat. Proyek ini digadang-gadang menjadi solusi untuk mengatasi ancaman kenaikan permukaan air laut dan abrasi di wilayah pesisir utara Pulau Jawa.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyebut proyek Giant Sea Wall memiliki peran strategis karena dapat melindungi kawasan industri dan jutaan penduduk di wilayah utara Jawa.
“Giant Sea Wall ini kan strategis, menyelamatkan 60 persen kawasan industri dan lebih dari 30 juta penduduk ya. Kalau program ini berjalan, maka akan bisa menyelamatkan tadi dua hal itu setidaknya,” ujar Brian seusai pertemuan pada Senin (20/4/2026).
Baca juga: Harta Prabowo Subianto 2025 Tembus Rp2,06 Triliun, Mayoritas dari Surat Berharga
Pemerintah menilai pembangunan tanggul laut raksasa menjadi langkah penting untuk mendukung ketahanan wilayah pesisir sekaligus menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi nasional di kawasan Pantai Utara Jawa.

