Jakarta, Denting.id – Sebanyak sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) pada pelayaran Global Sumud Flotilla 2026 menuju Gaza, Palestina, dilaporkan ditangkap militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF).
Dari sembilan WNI tersebut, empat di antaranya merupakan jurnalis Indonesia yang ikut dalam misi kemanusiaan internasional tersebut. Mereka yakni Bambang Noroyono alias Abeng dan Thoudy Badai dari Republika, Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo, serta Rahendro Herubowo dari GPCI.
Informasi mengenai keberadaan para relawan Indonesia itu diunggah oleh selebritas Chiki Fawzi melalui akun media sosialnya. Dalam unggahan tersebut, disebutkan sembilan WNI yang berada dalam rombongan Global Sumud Flotilla.
“Thoudy Badai (Jurnalis), Hendro Prasetyo (Aktivis Kemanusiaan), Andre Prasetyo (Jurnalis), Andi Angga (Aktivis Kemanusiaan), Ronggo Wirasanu (Aktivis Kemanusiaan), Herman Budianto (Aktivis Kemanusiaan), As’ad Aras (Aktivis Kemanusiaan), dan Rahendro Herubowo (Jurnalis), dan Bambang Nuryono (Jurnalis),” demikian isi poster yang diunggah ulang akun GPCI.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat kapal-kapal misi kemanusiaan internasional tersebut di wilayah perairan Siprus, Mediterania Timur.
Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menegaskan Indonesia mendesak Israel segera membebaskan seluruh awak dan kapal yang ditahan.
“Kementerian Luar Negeri mengecam keras tindakan Militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur,” kata Yvonne.
Selain mengecam tindakan tersebut, pemerintah Indonesia juga telah menyiapkan langkah kontingensi untuk pemulangan para WNI yang ditangkap.
Menurut Yvonne, perlindungan WNI menjadi prioritas utama pemerintah. Kemlu RI saat ini terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memperoleh perkembangan terbaru terkait kondisi para relawan Indonesia tersebut.
“Sekaligus menyiapkan langkah kontingensi, termasuk fasilitasi perlindungan dan percepatan proses pemulangan apabila diperlukan,” ujarnya.
Sebelumnya, lima delegasi Indonesia dipastikan telah ditangkap atau diculik oleh tentara Israel. Mereka adalah Bambang Noroyono di kapal BorAlize, Andre Nugroho di kapal Ozgurluk, Rahendra Herubowo di kapal Ozgurluk, Thoudy Badai di kapal Ozgurluk, serta Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat.
Baca juga: Trump Tinjau Proposal Damai Iran, Tapi Tetap Skeptis soal Peluang Kesepakatan
Sementara empat delegasi Indonesia lainnya masih dilaporkan melanjutkan pelayaran dalam misi kemanusiaan tersebut. Mereka yakni Herman Budianto dan Ronggo Wirasanu dari Dompet Dhuafa di kapal Zapyro, serta Asad Aras Muhammad dan Hendro Prasetyo di kapal Kasr-1

