Bandung, Denting.id – Peran aktif generasi muda sebagai penerus estafet pembangunan bangsa, khususnya di Jawa Barat, dinilai menjadi hal yang sangat penting. Karena itu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Barat terus berupaya memperkuat kaderisasi serta membuka ruang seluas-luasnya bagi kalangan muda untuk terlibat dalam dunia politik.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua I DPRD Jawa Barat sekaligus Bendahara DPW PKS Jawa Barat, Iwan Suryawan, saat diwawancarai awak media dalam kegiatan Family Fun Day PKS Jawa Barat.
Menurut Iwan, tingginya jumlah generasi muda saat ini menjadi tantangan sekaligus peluang yang harus direspons dengan kemampuan beradaptasi agar partai semakin diterima oleh masyarakat.
Meski telah menorehkan berbagai prestasi, mulai dari penghargaan sebagai wilayah dengan rekrutmen kader terbanyak se-Indonesia dari DPP PKS hingga menjadi partai dengan perolehan suara terbesar kedua pada Pemilu Legislatif 2024 di Jawa Barat, hal tersebut tidak membuat DPW PKS Jawa Barat berpuas diri.
“Yang paling penting adalah tingkat penerimaan masyarakat terhadap PKS harus diperhatikan. Artinya, kita harus terus meningkatkan keterimaan di masyarakat. Program-program, perilaku kader, keberadaan kita di tengah masyarakat, interaksi, hingga kebijakan yang diambil harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Melihat itu, tentunya kita terus melakukan penguatan dan pendidikan agar kader-kader ini bisa semakin diterima di masyarakat,” ujar Iwan, Selasa (19/5/2026).
Ia mengatakan, berbagai pendekatan terus dilakukan untuk meningkatkan daya tarik partai di kalangan generasi muda. Salah satunya dengan memperbanyak kader muda dan memanfaatkan media digital yang saat ini menjadi bagian dari keseharian anak muda.
“Tidak hanya itu, kami juga terus memproduksi kader-kader muda lebih banyak lagi. Mengingat dominasi anak muda saat ini menjadi sesuatu yang nyata, maka pendekatan dilakukan melalui media digital yang banyak digandrungi mereka hingga pendekatan melalui keluarga, sehingga regenerasi dan industrialisasi kader dapat terwujud secara optimal,” jelasnya.
Iwan menambahkan, pendekatan yang berbeda menjadi strategi utama PKS dalam membangun regenerasi kepemimpinan dan menciptakan politik yang lebih dekat dengan generasi muda.
“Kita harus masuk ke area itu, dan harus mampu mendengar serta menerjemahkan apa yang menjadi kegelisahan mereka serta melibatkan mereka dalam berbagai hal yang kami lakukan. Sehingga nantinya mereka akan merasakan sendiri politik yang nyaman bagi mereka sesuai dengan kehendak mereka, dan ini yang terus kita perkuat dengan metode yang berbeda saat ini,” katanya.
Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat, jumlah pemilih dari kalangan generasi muda mencapai sekitar 52 persen. Menurut Iwan, hal tersebut menjadi bukti besarnya pengaruh generasi muda terhadap pembangunan daerah, meskipun potensinya dinilai belum sepenuhnya terlihat.
“Sebetulnya sampai sekarang masih belum tampak, padahal generasi muda ini memiliki kekuatan yang begitu besar untuk membangun Jawa Barat. Karena saat ini memang waktunya mereka, dan PKS siap mewadahi itu,” tuturnya.
Iwan memastikan PKS Jawa Barat sangat terbuka bagi anak-anak muda yang ingin bergabung dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa, khususnya di Jawa Barat.
Baca juga: Anggaran Jabar Dipangkas Rp2,4 Triliun, Iwan Suryawan: Program Kini Fokus pada 5 Prioritas Utama
“Kami sangat terbuka dengan anak-anak muda yang ingin bergabung bersama kami,” pungkasnya.

