Wisata Budaya Sunda Hidup dengan Nuansa Alam di Tengah Kebun Kota

Bogor, Denting.id – Memasuki masa liburan sekolah, Kebun Raya Bogor menghidupkan kembali pesona kearifan lokal melalui program eduwisata baru bertajuk “Kultura: Sunda Ngariung” di Area Kenari II, Sabtu (20/6/2026). Wahana ini hadir sebagai ruang publik interaktif yang menyatukan pertunjukan adat dan seni tradisional Sunda dengan keasrian lanskap alam di tengah kebun kota.

​Deputi Bidang Infrastruktur Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dadan Mohamad Nurjaman, menyambut baik inisiatif kolaborasi ini sebagai langkah optimalisasi fungsi Kebun Raya Bogor sebagai platform terbuka yang multifungsi bagi masyarakat. Ia menyatakan bahwa program ini menjadi bagian penting untuk meningkatkan pemanfaatan Kebun Raya Bogor di luar fungsi utamanya sebagai kawasan riset.

​”Kebun Raya Bogor ini selain berfungsi sebagai kawasan konservasi, juga sebagai platform terbuka yang bisa digunakan oleh masyarakat. Jadi masyarakat bisa memanfaatkan Kebun Raya ini sebagai sarana untuk olahraga, bersosialisasi, mengenal koleksi ilmiah dari Kebun Raya,” ujar Dadan.

​Dadan menegaskan bahwa aspek kelestarian lingkungan dan koleksi ilmiah di Kebun Raya Bogor tetap menjadi prioritas utama yang tidak boleh terganggu. Pihak BRIN memastikan seluruh infrastruktur fisik yang didirikan selama pameran menggunakan konsep material non-permanen atau sementara agar ramah lingkungan.

​”Sebab itu konsepnya, ini tuh kan kawasan konservasi. Berbagai kegiatan, tetap kita memperhatikan tentang konservasi kawasannya, tumbuhannya segala macam. Sebab ini kan konsepnya bukan merupakan bangunan permanen, bangunan sementara yang tidak merusak lingkungannya,” tegas Dadan.

​Sementara itu, Direktur Perseroan PT Mitra Natura Raya (MNR) selaku mitra pengelola, Marga Anggrianto, menjelaskan bahwa pihaknya berupaya mengoptimalkan fungsi wisata tanpa mengesampingkan fungsi edukasi dan riset. Program ini sengaja mengusung kebudayaan Sunda sebagai langkah awal memberikan nilai tambah bagi para pengunjung melalui pengenalan kearifan lokal secara interaktif.

​”Ketika kita bicara edukasi, karena ini Kebun Raya hakikatnya adalah di sini edukasi lingkungan. Tapi kami di sini memberi nilai lebih bahwa edukasi itu kami di sini juga menyelenggarakan edukasi budaya. Dan dalam hal ini edukasi budaya yang kami tampilkan saat ini adalah edukasi budaya Sunda,” kata Marga.

​Marga memaparkan bahwa pameran kebudayaan ini bersifat temporer sepanjang musim libur sekolah, yakni mulai dari 20 Juni hingga 12 Juli 2026 dan dapat diakses pada pukul 08.00–16.00 WIB. Pengunjung tidak perlu merogoh kocek lagi karena fasilitas wahana ini sudah termasuk dalam skema pembelian tiket reguler masuk pintu utama Kebun Raya Bogor.

​Meskipun pihak manajemen tidak menerapkan pembatasan kuota pengunjung harian secara spesifik, sistem operasional di lapangan dipastikan tetap berjalan kondusif. Pengelola telah menyiagakan petugas kebersihan serta personel keamanan (security) ekstra untuk menjaga kenyamanan, ritme pergerakan pengunjung, serta kebersihan ekosistem di sekitar area pameran.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai