Pemerintah Alokasikan Rp6,26 Triliun untuk Magang Nasional dan Vokasi

Jakarta, Denting.id – Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI menyatakan pemerintah mengalokasikan anggaran Rp6,26 triliun untuk Program Magang Nasional tahun ini.

Anggaran tersebut juga membiayai pelatihan vokasi bagi lulusan SMK serta pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI Kurnia Ramadhana menyampaikan hal itu dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu. Alokasi ini menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi triwulan II dan semester II tahun 2026.

Pemerintah membagi anggaran tersebut menjadi Rp4,14 triliun untuk Program Magang Nasional bagi 150 ribu peserta, serta Rp2,12 triliun untuk pelatihan vokasi yang menyasar 220 ribu lulusan SMK dan 50 ribu pekerja terdampak PHK.

Kurnia menjelaskan bahwa dana sebesar Rp4,14 triliun akan membiayai uang saku 150 ribu peserta magang selama enam bulan. Besaran uang saku tersebut nantinya menyesuaikan dengan upah minimum di daerah masing-masing peserta.

Baca juga: Kebakaran Landa Permukiman Padat di Jakarta, Puluhan Rumah Hangus

Selain uang saku, anggaran tersebut mengover biaya sertifikasi kompetensi, pelatihan, pendampingan mentor di tempat magang, serta dukungan operasional. Pemerintah menyelenggarakan seluruh proses operasional ini melalui ekosistem digital Maganghub milik Kementerian Ketenagakerjaan.

Pemerintah juga membuka kemungkinan skema berbagi biaya dengan perusahaan mitra, sehingga perusahaan turut menanggung sebagian gaji peserta magang. Kurnia menambahkan bahwa timnya saat ini masih membahas formulasi tertentu terkait skema tersebut.

Program Magang Nasional tahun ini akan berjalan mulai Juli 2026 dengan target menjaring sekitar 50 ribu peserta pada gelombang pertama. Pemerintah membagi pelaksanaan program dalam beberapa tahap hingga mencapai target total 150 ribu peserta.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai