Gorontalo, denting.id — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat penting untuk mengatasi persoalan kelaparan dan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, terutama anak-anak.
Prabowo menyentil pihak-pihak yang menyuarakan ketidaksetujuan terhadap program prioritas ini. Ia menyarankan agar para pengkritik datang langsung ke lapangan untuk bertanya kepada masyarakat.
“Ada juga yang gak setuju MBG. Harusnya mereka yang gak setuju MBG datang ke sini ya. Tanya itu petani nelayan. MBG perlu atau tidak? Tanya anak-anak, MBG perlu atau tidak?” ujar Prabowo saat menghadiri puncak Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII Tahun 2026 di Gorontalo, Rabu (24/6/2026).
Menurut Presiden, kebutuhan pangan merupakan persoalan paling mendasar yang harus menjadi perhatian utama pemerintah. Ia menolak pandangan pihak yang meremehkan masalah kelaparan di tengah masyarakat.
“Katanya ada orang-orang pintar yang mengatakan, ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira tidak ada lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu kalau tidak segera diisi ya dia mati,” katanya menegaskan.
Prabowo menuturkan bahwa berbagai lembaga internasional telah memperingatkan potensi kenaikan angka kelaparan global belakangan ini.
Jumlah penduduk dunia yang kelaparan terus meningkat, sehingga setiap negara wajib memperkuat ketahanan pangan domestiknya sendiri.
Namun, ia menyebut posisi Indonesia saat ini sudah lebih baik karena produksi pangan nasional mengalami peningkatan.
Bahkan, Indonesia mulai mencatat surplus pada sejumlah komoditas tertentu sehingga berpeluang membantu negara lain yang membutuhkan pasokan pangan maupun pupuk.
Selain mendongkrak kualitas gizi, program MBG juga efektif mendukung penyerapan hasil produksi pertanian dan perikanan dalam negeri.
Pemerintah berkomitmen terus menjaga ketahanan pangan nasional demi melindungi masyarakat dari ancaman krisis pangan global.

