BOGOR, Denting.id – Penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax sebesar Rp300 per liter mulai 1 Agustus 2026 menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Sejumlah pengendara di Kota Bogor, Jawa Barat, mengaku menyambut baik penyesuaian harga tersebut, namun menilai besarannya masih terlalu kecil dibandingkan kenaikan yang terjadi sebelumnya.
Diketahui, harga Pertamax di wilayah Jabodetabek per 1 Agustus 2026 turun dari Rp16.250 per liter menjadi Rp15.950 per liter, atau mengalami penurunan sebesar Rp300 per liter.
Sejumlah pengguna Pertamax di Kota Bogor mengaku penurunan harga belum memberikan dampak yang signifikan terhadap pengeluaran mereka untuk membeli bahan bakar.
Salah seorang pengendara, Dwi (34), mengatakan penyesuaian harga tersebut memang patut diapresiasi. Namun, menurutnya, penurunan Rp300 per liter masih terasa kecil jika dibandingkan dengan kenaikan harga yang pernah terjadi.
“Kalau turun tentu senang, tapi rasanya belum terlalu terasa. Dulu naiknya cukup besar, sekarang turunnya hanya Rp300,” ujarnya.
Pendapat serupa disampaikan pengendara lainnya, Rina (29). Ia berharap harga BBM nonsubsidi dapat kembali turun apabila harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah menunjukkan kondisi yang lebih stabil.
“Semoga ke depan bisa turun lagi. Bagi kami yang setiap hari menggunakan kendaraan, selisih harga BBM cukup berpengaruh terhadap pengeluaran bulanan,” katanya.
Meski demikian, sebagian masyarakat tetap memilih menggunakan Pertamax karena dinilai memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan BBM dengan angka oktan lebih rendah. Mereka menilai performa kendaraan dan efisiensi mesin menjadi alasan utama tetap menggunakan BBM nonsubsidi tersebut.
Penyesuaian harga Pertamax merupakan bagian dari evaluasi berkala yang dilakukan mengikuti perkembangan harga minyak mentah dunia serta faktor nilai tukar rupiah. Perubahan harga BBM nonsubsidi umumnya dilakukan setiap awal bulan dengan mempertimbangkan kondisi pasar energi global.
Dengan harga terbaru sebesar Rp15.950 per liter di wilayah Jabodetabek, masyarakat berharap tren penurunan harga dapat terus berlanjut apabila kondisi pasar memungkinkan. Di sisi lain, para pengguna BBM berharap kebijakan penyesuaian harga dapat memberikan manfaat yang lebih terasa bagi masyarakat, khususnya mereka yang mengandalkan kendaraan pribadi untuk aktivitas sehari-hari.

