Bogor, Denting.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor resmi memulai pembangunan jalan akses menuju kawasan pusat pemerintahan baru di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur.
Tidak hanya berfungsi sebagai jalur penghubung yang terkoneksi langsung dengan Exit Tol Jagorawi Bogor Selatan, jalan dan kawasan perkantoran ini dirancang memiliki berbagai fasilitas penunjang yang lengkap bagi masyarakat.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, memastikan bahwa pembangunan infrastruktur fisik ini dikerjakan dengan spesifikasi yang sangat mumpuni. Jalan akses utama tersebut membentang sepanjang 480 meter dengan lebar mencapai 32 meter.
”Untuk panjang jalan ini mencapai 480 meter, dengan lebar kurang lebih 32 meter. Akses ini akan dilengkapi dengan drainase, pedestrian (jalur pejalan kaki), kanstin, dan juga kelengkapan lampu penerangan. Selain itu, kawasan ini nantinya akan kita hijaukan,” papar Dedie usai groundbreaking, Selasa (11/8/2026) pagi.
Pemkot Bogor pada hari yang sama juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Kharisma Tangguh Persada (TKP). Kesepakatan ini bertujuan untuk menyelaraskan geometri jalan dengan pihak PT SEG agar rute yang menghubungkan perumahan Bogor Raya City menuju Perumahan Bogor Raya dapat tersambung dengan sempurna pada akhir tahun.
”Target selesainya akhir tahun ini, jalan sudah harus terhubung. Nanti begitu jalan terhubung, masyarakat yang keluar dari Tol Jagorawi tidak usah memutar lagi ke kawasan R3 (Regional Ring Road). Kalau misalnya mau menuju ke arah Bogor Raya Golf, bisa langsung lewat sini sehingga mempersingkat waktu perjalanan,” jelasnya.
Selain infrastruktur jalan yang memadai, Dedie mengungkapkan bahwa Pemkot tengah mengebut penyusunan Detail Engineering Design (DED) untuk membangun serangkaian fasilitas publik di area pemerintahan seluas puluhan hektare tersebut.
Fokus utamanya adalah memenuhi kebutuhan warga yang belum memiliki fasilitas publik representatif di wilayah timur Kota Bogor.
”Selain jalan, kita juga akan mempersiapkan beberapa rangkaian proses pembangunan di area kantor pemerintahan baru masa depan ini. Antara lain, yang pertama akan ada lapangan olahraga untuk masyarakat Bogor Timur,” tegas Dedie.
Setelah sarana olahraga terpadu tersebut rampung, pembangunan akan langsung dilanjutkan dengan mendirikan masjid raya dan sebuah gedung serbaguna berkapasitas besar. Gedung ini disiapkan agar pemerintah daerah tidak perlu lagi menyewa hotel untuk berbagai agenda besar, seperti acara pisah sambut maupun sosialisasi program kerja.
Pemkot secara terbuka mengundang masuknya para investor untuk memanfaatkan lahan yang masih sangat luas guna membangun fasilitas komersial lainnya.
”Harapannya, infrastruktur ini akan memicu pertumbuhan ekonomi dan bangkitan ekonomi baru. Karena lahan di sini masih sangat luas, kita mengundang para investor untuk masuk, misalnya untuk pembangunan perguruan tinggi swasta atau rumah sakit. Ini sangat memungkinkan dilaksanakan di sini karena statusnya adalah kawasan terpadu,” tambah Dedie.
Menutup keterangannya, Dedie mengingatkan agar pohon-pohon penghijauan yang telah ditanam di sekitar lokasi dipastikan perawatannya. Ia menegaskan bahwa komitmen membangun pusat pemerintahan baru ini adalah langkah jangka panjang yang tidak bisa dihentikan.
”Intinya kita tidak boleh mundur. Kita sedang menyiapkan masa depan Kota Bogor yang lebih baik. Tentu ini harus kita laksanakan secara konsisten di tengah berbagai tantangan. Insyaallah, meski bertahap, suatu saat nanti akan terwujud kawasan kantor pemerintahan yang representatif,” pungkasnya.

