JAKARTA, Denting.id – PT MRT Jakarta (Perseroda) menyiapkan sedikitnya 10 proyek pengembangan kawasan berbasis Transit-Oriented Development (TOD) di sepanjang koridor MRT Jakarta.
Pengembangan tersebut mencakup sejumlah kawasan strategis, mulai dari Kota Tua-Glodok, Blok M, Lebak Bulus, Thamrin hingga Dukuh Atas. Proyek-proyek itu menjadi bagian dari strategi MRT Jakarta untuk mengembangkan kawasan di sekitar stasiun, tidak hanya mengelola layanan transportasi.
Kepala Divisi Property Management MRT Jakarta M Iqbal Bimo Arifianto mengatakan pengembangan kawasan ke depan akan mencakup pengelolaan aset, tenant, hingga aktivitas yang berlangsung di kawasan tersebut.
“Ke depan masih akan ada lagi. Pedestrian Deck, Extended Concourse. Itu adalah dua aset yang nanti akan dioperasionalkan atau kita lakukan pengelolaan, baik dari pengelolaan kawasan, pengelolaan tenant, pengelolaan bagaimana aktivitasnya terjadi,” ujar Bimo dalam workshop MRT Jakarta Fellowship Program 2026 di Kantor MRT, Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2026).
Menurutnya, pengembangan TOD diarahkan untuk memperkuat aktivitas ekonomi, mobilitas perkotaan, konektivitas, sekaligus mengoptimalkan nilai lahan di sekitar koridor MRT.
Ultimate Development Blok M
Salah satu proyek yang disiapkan adalah Ultimate Development Blok M, sebagai pengembangan lanjutan dari kawasan Blok M Hub.
Bimo mengatakan proyek tersebut masih dalam tahap pengerjaan dan menjadi salah satu pengembangan yang dipersiapkan MRT Jakarta.
“Blok M, yang saat ini menjadi Blok M Hub. Ini mungkin tunggu tanggal mainnya, Ultimate Development Blok M. Ini masih dalam progres, mungkin yang paling dekat juga launching-nya setelah dari Pedestrian Deck tadi,” ujarnya.
Blok M Hub sebelumnya dikembangkan sebagai kawasan yang menggabungkan aktivitas komersial, komunitas, dan gaya hidup. Untuk pengembangan selanjutnya, terdapat kemungkinan pembangunan gedung bertingkat atau tower serta kerja sama dengan investor.
Lebak Bulus Dikembangkan Jadi Kawasan Mixed-Use
MRT Jakarta juga menyiapkan proyek Lebak Bulus Park & Ride and Mixed Use. Kawasan tersebut dirancang untuk mengembangkan aset park and ride menjadi kawasan multifungsi.
Bimo mengatakan fungsi park and ride masih akan dipertahankan dalam beberapa tahun ke depan sebelum dilakukan pengembangan lebih lanjut.
“Sampai saat ini kita masih mencari mitra. Mungkin akan seperti Blok M, karena investasi, kita investasi. Nanti yang akan kita coba kerja samakan,” katanya.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah konektivitas kawasan. MRT Jakarta berencana membangun akses yang menghubungkan kawasan tersebut dengan Stasiun Lebak Bulus.
“Memang kalau konsepnya tadi, kemungkinan pasti harus ada konektivitas. Itu yang utama dulu, makanya tadi saya bilang accessibility, kita ingin ada jembatan dari stasiun Lebak Bulus menuju ke sini,” ujar Bimo.
Konsep mixed-use di Lebak Bulus masih dalam tahap kajian. Pengembangan nantinya dapat mencakup hunian maupun fungsi lain sesuai kebutuhan kawasan.
“Ini akan menjadi intinya mungkin pasti akan ada mixed-use juga, apakah itu hunian, apakah itu yang peruntukannya, itu juga masih dikaji,” tuturnya.
Kota Tua-Glodok Jadi Salah Satu Fokus
Kawasan Kota Tua-Glodok menjadi salah satu titik yang memiliki beberapa rencana pengembangan. MRT Jakarta mencantumkan sejumlah proyek, yakni The Heritage Hub Kalibesar-Kota Tua, UPK Kota Development-Kota Tua, Lada Development-Kota Tua, Combined Building-Kota Tua, serta XGL Mixed-Use Glodok-Kota.
Bimo mengatakan pengembangan kawasan tersebut berkaitan dengan rencana perluasan jaringan MRT menuju Kota.
“Untuk yang kota, ini mungkin yang memang masih dalam tahapan cukup lama karena mudah-mudahan MRT tahun depan ini sampai Monas, dan kita rencanakan 2029 baru sampai Kota. Sehingga memang kita akan planning 2029 ketika Kota sudah sampai sana kita sudah mengelola,” katanya.
MRT Jakarta telah melakukan pembahasan terkait sejumlah aset atau kawasan di sekitar Kota Tua. Pemilik aset terdiri dari pihak pemerintah maupun pemilik aset lainnya.
Namun, konsep pengembangan kawasan tersebut belum ditetapkan secara final. MRT Jakarta akan menggunakan pendekatan Know Your Customer (KYC) untuk menentukan fungsi kawasan berdasarkan karakter dan kebutuhan masyarakat yang akan menggunakannya.
“Memang konsepnya balik lagi, kita selalu men-develop kawasan itu balik lagi dari KYC-nya tadi. Siapa yang akan di sana, sehingga development-nya akan mengikuti kebutuhan masyarakat yang menuju ke sana,” jelas Bimo.
Bergeser dari Property Management ke Placemaking
Bimo menjelaskan, pengembangan tersebut merupakan bagian dari perubahan strategi MRT Jakarta dari sekadar property management menuju placemaking dan place management.
Pengelolaan aset tidak hanya berkaitan dengan gedung, tetapi juga mencakup pencarian tenant, kerja sama, aktivasi kegiatan, keterlibatan komunitas, promosi hingga pengelolaan kawasan.
“Perjalanan properti manajemen ini tidak berarti berhenti di asset management. Tapi kita bergerak menjadi placemaking, place management, dan jangka panjangnya apa yang kami lakukan akan menjadi bagian kecil dari city making. We don’t just manage the property, we activate the place,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pengembangan kawasan tidak dapat dilakukan MRT Jakarta sendirian. Proses tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pengembang, tenant, komunitas, UMKM, operator transportasi, pemilik gedung hingga masyarakat.
Dari 10 proyek yang masuk dalam project teaser 2026, sebagian masih berada pada tahap perencanaan, penyusunan konsep maupun penjajakan kerja sama. Sementara itu, Pedestrian Deck Dukuh Atas dan Extended Concourse Bundaran HI merupakan proyek yang sebelumnya telah dipaparkan MRT Jakarta.
Bimo menegaskan, sasaran pengembangan bukan sekadar menambah aset MRT Jakarta, tetapi menciptakan kawasan di sekitar transportasi publik yang memiliki aktivitas dan konektivitas sesuai kebutuhan masyarakat.
“Yang kami bangun bukan hanya aset MRT, yang ingin kita bangun adalah sebuah kawasan,” kata Bimo.
Daftar 10 Proyek MRT Jakarta
Berikut 10 proyek pengembangan kawasan yang disiapkan MRT Jakarta:
1. The Heritage Hub Kalibesar-Kota Tua
2. UPK Kota Development-Kota Tua
3. XGL Mixed-Use Glodok-Kota
4. Ultimate Development Blok M
5. Lebak Bulus Park & Ride and Mixed Use
6. Lada Development-Kota Tua
7. Combined Building-Kota Tua
8. Thamrin Asset Development-Thamrin
9. Extended Concourse Bundaran HI
10. Pedestrian Deck Dukuh Atas

