TANGERANG, Denting.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, Banten, mencatat 43.000 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dalam dua bulan terakhir. Peningkatan kasus tersebut terjadi di tengah kondisi cuaca panas dan kemarau panjang yang menyebabkan lingkungan lebih banyak terpapar debu.
Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi mengatakan, sebanyak 18.000 kasus ISPA tercatat pada Juli 2026. Jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi 25.000 kasus pada Agustus 2026.
“Dalam 2 bulan terakhir, kasus ISPA melonjak tajam, dan ini dipicu oleh cuaca panas ekstrem,” ujar Hendra, Kamis (24/9/2026).
Menurut Hendra, kemarau panjang menyebabkan suhu meningkat dan curah hujan berkurang. Kondisi tersebut turut membuat debu lebih mudah tersebar di lingkungan dan berpotensi memicu gangguan pada saluran pernapasan.
Kelompok Rentan Paling Berisiko
Hendra menyebut mayoritas kasus ISPA dialami kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia (lansia), serta masyarakat yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid.
Masyarakat diminta mengenali sejumlah gejala ISPA agar dapat segera mendapatkan penanganan. Gejala tersebut antara lain demam, batuk, pilek, pegal linu hingga sakit kepala.
Dinkes Kabupaten Tangerang juga memberikan pengobatan kepada masyarakat yang mengalami ISPA. Penanganan dilakukan untuk mencegah kondisi pasien memburuk dan berkembang menjadi komplikasi, termasuk radang paru.
“Pihak kesehatan telah melakukan pengobatan intensif untuk mencegah perburukan menjadi bronkopneumonia,” kata Hendra.
Warga Diminta Gunakan Masker
Hendra mengimbau masyarakat meningkatkan pola hidup bersih dan sehat untuk mengurangi risiko terkena ISPA.
Masyarakat juga dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih serta mengonsumsi sayur dan buah untuk menjaga kondisi tubuh.
Khususnya bagi kelompok rentan, Hendra meminta masyarakat lebih memperhatikan perlindungan diri ketika beraktivitas di luar rumah.
“Jika keluar rumah atau aktivitas di luar rumah sebaiknya menggunakan masker,” tuturnya.
Dinkes Kabupaten Tangerang mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala ISPA yang menetap atau semakin berat.

