BOGOR, Denting.id — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Makassar melakukan kunjungan studi tiru ke Kota Bogor, Jawa Barat, untuk memperkuat kualitas program kerja, inovasi, serta tata kelola organisasi.
Kunjungan yang dipimpin Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda, tersebut diterima langsung Ketua TP PKK Kota Bogor, Yantie Rachim, didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bogor, Rachmawati, Kamis (24/9/2026).
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, Kota Bogor dan Kota Makassar memiliki sejumlah kesamaan sebagai daerah perkotaan dengan sejarah panjang. Keduanya juga tercatat sebagai bagian dari Jaringan Kota Pusaka Indonesia.
“Jadi kami memang salah satu kota di Indonesia yang cukup tua umurnya. Artinya, hampir memiliki kemiripan kondisi sosial, ekonomi, dan sosiologi masyarakat,” kata Dedie.
Menurut dia, kesamaan karakter tersebut membuat kedua daerah memiliki sejumlah tantangan yang relatif serupa, mulai dari persoalan sosial ekonomi, pendidikan hingga kesehatan.
Meski demikian, setiap daerah memiliki karakteristik dan pendekatan masing-masing dalam menangani berbagai persoalan tersebut. Karena itu, menurut Dedie, pertukaran pengalaman dan inovasi antardaerah penting untuk dilakukan.
“Selain Kota Makassar yang berkunjung ke Bogor, kami di Bogor juga banyak belajar dari Kota Makassar. Hal itu menjadi salah satu contoh bagi kami dengan mempelajari berbagai inovasi yang dilakukan. Alhamdulillah, mudah-mudahan persahabatan ini terus terjalin,” ujarnya.
Dedie menegaskan, Pemerintah Kota Bogor terbuka untuk memperkuat hubungan dengan Pemerintah Kota Makassar melalui berbagai bentuk kolaborasi dan sinergi.
Ia berharap kunjungan studi tiru tersebut tidak hanya memperkuat hubungan kelembagaan antara kedua TP PKK, tetapi juga menghasilkan berbagai pengetahuan dan inovasi yang dapat diterapkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Harapannya tentu kunjungan ini memberikan manfaat, baik bagi TP PKK maupun masyarakat Kota Bogor dan Kota Makassar,” katanya.
Kunjungan studi tiru tersebut menjadi bagian dari upaya kedua daerah untuk saling berbagi pengalaman dalam penguatan program pemberdayaan masyarakat, sekaligus membuka peluang kerja sama melalui berbagai kegiatan bersama ke depan.

