BRIN Gandeng Amano Enzyme Jepang, Perkuat Riset Teknologi Enzim untuk Ketahanan Pangan

 

BOGOR, Denting.id — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat kolaborasi riset dan inovasi teknologi enzim bersama perusahaan asal Jepang, Amano Enzyme Inc.

Kolaborasi tersebut mengemuka dalam The 3rd Asia Pacific–Japan Enzyme Technology Symposium 2026 yang digelar di Novotel Bogor Golf Resort and Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (26/9/2026).

Forum internasional yang mengusung tema “Enzyme Frontiers in Asia-Pacific: Molecular Insights to Transformative Applications” itu mempertemukan sekitar 200 peserta dari berbagai negara di kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Pembahasan mencakup perkembangan teknologi enzim, penelitian sumber daya mikroba, hingga pemanfaatan enzim untuk kebutuhan industri.

Kepala BRIN Arif Satria menegaskan teknologi enzim memiliki peran strategis dalam pengembangan bioekonomi. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan proses dan produk yang lebih efisien serta berkelanjutan.

Menurut Arif, tantangan utama pengembangan teknologi enzim adalah memastikan hasil riset tidak berhenti pada tahap penelitian, tetapi dapat dikembangkan menjadi teknologi dan produk yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan industri.

“Teknologi enzim memiliki peran penting dalam pengembangan bioekonomi karena mampu menyediakan katalis biologis yang selektif dan efisien untuk menghasilkan proses dan produk yang lebih berkelanjutan,” ujar Arif.

Manfaatkan Keanekaragaman Hayati Indonesia

Arif juga menyoroti besarnya potensi keanekaragaman hayati Indonesia sebagai sumber biokatalis baru.

Menurutnya, kekayaan sumber daya hayati dan mikroorganisme Indonesia dapat diteliti untuk menemukan enzim dengan karakteristik tertentu yang kemudian dikembangkan menjadi teknologi bernilai tambah.

Pengembangan teknologi tersebut kini semakin didukung kemajuan berbagai bidang, termasuk protein engineering, biologi komputasi, dan kecerdasan artifisial (AI). Pendekatan tersebut dapat membantu mempercepat proses penemuan, karakterisasi, serta rekayasa enzim.

BRIN mendorong agar potensi biodiversitas Indonesia tidak hanya menjadi sumber daya biologis, tetapi dapat dikembangkan menjadi teknologi dan produk yang menjawab kebutuhan industri.

Perkuat Hilirisasi Riset

Kerja sama BRIN dengan Amano Enzyme menjadi salah satu upaya mempertemukan kapasitas riset Indonesia dengan pengalaman industri Jepang dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi enzim.

Kemitraan tersebut diharapkan membuka peluang identifikasi biokatalis baru, pengembangan teknologi yang lebih efisien, serta pemanfaatan hasil riset untuk berbagai kebutuhan industri.

Teknologi enzim memiliki cakupan aplikasi yang luas, mulai dari sektor pangan dan pertanian hingga kesehatan, energi, serta lingkungan. Situs resmi APETS 2026 juga mencantumkan pengembangan enzim untuk biokatalisis, farmasi, bioteknologi pangan, konversi biomassa, bioenergi, dan pengolahan lingkungan sebagai bagian dari ruang lingkup forum.

Melalui kolaborasi dengan mitra internasional dan industri, BRIN berharap riset teknologi enzim dapat semakin dekat dengan tahap hilirisasi dan komersialisasi.

Penyelenggaraan APETS 2026 di Bogor sekaligus memperkuat jejaring riset teknologi enzim di kawasan Asia-Pasifik. Forum ini merupakan edisi ketiga setelah sebelumnya diselenggarakan di Bangkok dan Hanoi.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai