SUKABUMI, Denting.id – Maraknya aksi geng motor yang membawa senjata tajam di sejumlah ruas jalan di Kota dan Kabupaten Sukabumi mulai memberikan dampak luas. Tidak hanya menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat, kondisi tersebut juga memukul perekonomian para pengemudi ojek online (ojol) yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas di jalan.
Sejumlah pengemudi mengaku kini lebih selektif menerima pesanan, terutama pada malam hingga dini hari. Mereka khawatir menjadi korban aksi kriminal yang belakangan kerap dikaitkan dengan kelompok geng motor.
Salah seorang pengemudi ojol di Sukabumi, Andi (nama samaran), mengatakan situasi keamanan yang memburuk membuat pendapatannya menurun drastis. Ia memilih mengakhiri aktivitas lebih awal demi menjaga keselamatan.
“Biasanya saya narik sampai tengah malam. Sekarang paling mentok jam 9 atau 10 malam sudah pulang. Takut kalau ketemu geng motor, apalagi mereka sering membawa senjata tajam,” ujarnya.
Menurutnya, keputusan membatasi jam operasional berdampak langsung terhadap pendapatan harian yang selama ini banyak diperoleh pada malam hari.
“Pendapatan jelas turun. Tapi daripada ambil risiko, lebih baik pulang lebih cepat. Keselamatan lebih penting,” katanya.
Keluhan serupa juga disampaikan pengemudi lainnya. Mereka berharap aparat kepolisian meningkatkan patroli, khususnya di jalur-jalur yang dianggap rawan menjadi lokasi berkumpulnya geng motor.
“Kami berharap polisi lebih sering patroli malam. Kalau kondisi aman, kami juga bisa bekerja dengan tenang dan penghasilan kembali normal,” ujar seorang pengemudi ojol lainnya.
Fenomena tersebut tidak hanya memengaruhi pengemudi ojol, tetapi juga masyarakat yang membutuhkan layanan transportasi pada malam hari. Sejumlah pelanggan mengaku kesulitan mendapatkan pengemudi karena banyak mitra memilih berhenti beroperasi lebih awal.
Menanggapi kondisi itu, aparat kepolisian menyatakan terus meningkatkan upaya pencegahan melalui patroli rutin, razia senjata tajam, serta penindakan terhadap pelaku tindak kriminal yang meresahkan masyarakat.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan atau aksi konvoi geng motor yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.
Pemerintah daerah bersama aparat keamanan diharapkan dapat memperkuat langkah preventif agar situasi kembali kondusif. Dengan meningkatnya rasa aman, para pengemudi ojol dapat kembali beraktivitas secara normal tanpa dihantui rasa khawatir saat mencari nafkah.
Maraknya aksi geng motor menjadi pengingat bahwa keamanan merupakan faktor penting dalam menjaga roda perekonomian masyarakat. Ketika rasa aman terganggu, dampaknya tidak hanya dirasakan dari sisi ketertiban umum, tetapi juga langsung memengaruhi mata pencaharian warga yang bergantung pada aktivitas di jalan.

