Jakarta, Denting.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia merapat ke Istana Kepresidenan di tengah isu reshuffle Kabinet Merah Putih, Kamis (1/10/2026).
Ketua Umum Partai Golkar tersebut tiba di kompleks Istana sekitar pukul 13.15 WIB. Bahlil terlihat mengenakan jas hitam dengan dasi berwarna biru muda.
Kedatangan Bahlil berkaitan dengan rencana perubahan susunan kabinet. Ia mengungkapkan mendapat amanah dari Presiden untuk merangkap jabatan sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Energi sekaligus Menteri ESDM.
“Amanah dari Bapak Presiden untuk bangsa dan negara. Memang saya dapat telepon dari Pak Seskab (Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya), untuk menko merangkap menteri ESDM. Kita jalankan semua tugas dari Bapak Presiden,” ujar Bahlil sebelum memasuki Istana.
Bahlil belum banyak memberikan keterangan terkait jabatan barunya. Ia memilih menunggu proses pelantikan sebelum menjelaskan lebih jauh.
“Kan saya belum dilantik, setelah pelantikan baru saya memberikan keterangan pers,” katanya.
Sarmuji Masuk Bursa Menteri Perindustrian
Selain Bahlil, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji juga terlihat mendatangi Istana Kepresidenan.
Sarmuji disebut masuk dalam bursa reshuffle Kabinet Merah Putih dan berpeluang menduduki posisi Menteri Perindustrian, menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita.
“Saya ditelepon Pak Seskab (Teddy) ya, ada kemungkinan pokoknya urusan industri lah kira-kira begitu,” ujar Sarmuji sembari tersenyum.
Bahlil sebelumnya dilantik sebagai Menteri ESDM oleh Presiden Joko Widodo pada 19 Agustus 2024. Ia menggantikan Arifin Tasrif untuk melanjutkan sisa masa jabatan Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.
Pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Bahlil kembali dipercaya memimpin Kementerian ESDM. Ia dilantik pada 21 Oktober 2024 sebagai Menteri ESDM untuk periode 2024-2029.
Baca juga: Bahlil Pastikan RUPTL Direvisi untuk Program PLTS 100 GW
Sejumlah menteri dan pejabat negara disebut akan mengalami pergantian dalam reshuffle kali ini. Salah satu agenda yang turut menjadi perhatian adalah pelantikan Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri baru menggantikan posisi sebelumnya.
Editor: Linna Susanti

