BOGOR, Denting.id — Pemerintah Kota Bogor mencatat sejumlah indikator pembangunan menunjukkan perkembangan positif sepanjang 2025. Tingkat kemiskinan turun menjadi 5,89 persen, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat hingga mencapai 79,75.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan capaian IPM tersebut melampaui target yang ditetapkan Pemerintah Kota Bogor, yakni 78,81.
“Alhamdulillah, sepanjang 2025 Indeks Pembangunan Manusia di Kota Bogor terus mengalami peningkatan, bahkan melebihi target. Target Kota Bogor itu 78,81 dan realisasinya 79,75,” kata Dedie di Kota Bogor, Selasa.
Dedie menyampaikan capaian tersebut dalam Ekspose Implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Kota Bogor bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) di Balai Kota Bogor.
Menurut Dedie, capaian IPM Kota Bogor sebesar 79,75 juga berada di atas angka IPM Jawa Barat yang tercatat 75,50 dan nasional sebesar 75,90.
Kemiskinan Turun Jadi 5,89 Persen
Selain peningkatan IPM, Pemkot Bogor mencatat tingkat kemiskinan berada di angka 5,89 persen.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan tingkat kemiskinan Jawa Barat sebesar 7,02 persen dan nasional yang mencapai 8,47 persen.
“Tingkat kemiskinan Kota Bogor 5,89, Jawa Barat 7,02 dan nasional 8,47. Penanggulangan kemiskinan yang dilakukan Kota Bogor menunjukkan hasil yang positif dari berbagai langkah kebijakan yang dilakukan sehingga berdampak pada masyarakat,” ujar Dedie.
Dedie mengatakan capaian tersebut menjadi bagian dari indikator kinerja pembangunan yang dipaparkan dalam evaluasi implementasi SAKIP Kota Bogor.
Pemerintah Kota Bogor terus mendorong berbagai program pembangunan yang diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penanganan kemiskinan.
Capaian IPM dan angka kemiskinan tersebut menjadi bagian dari evaluasi kinerja pemerintah daerah dalam memastikan program pembangunan memberikan dampak terhadap masyarakat.
Editor : Linna Susanti

