27 Warga Sukabumi Diare, Air Hujan yang Ditampung Warga Diperiksa

 

SUKABUMI, Denting.id – Sebanyak 27 warga Desa Cikujang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengalami diare secara hampir bersamaan. Keluhan tersebut mulai dirasakan warga pada Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.

Kapolsek Gunungguruh Ipda Suhendar membenarkan kejadian tersebut. Informasi mengenai puluhan warga yang mengalami diare diperoleh dari Puskesmas Gunungguruh.

“Berdasarkan informasi dari Kepala Puskesmas Gunungguruh, terdapat 27 orang warga masyarakat yang mengalami sakit diare,” kata Suhendar dalam keterangannya.

Air Hujan Tampungan Jadi Dugaan Awal

Penyebab diare yang dialami puluhan warga tersebut hingga kini belum dapat dipastikan. Namun, berdasarkan informasi sementara dari masyarakat, kejadian tersebut diduga berkaitan dengan air hujan yang ditampung warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sebelumnya, warga Desa Cikujang mengalami kekeringan berkepanjangan. Kondisi itu membuat warga berinisiatif menampung air hujan ketika hujan turun pada Jumat (2/10/2026).

Air hujan tersebut ditampung menggunakan berbagai wadah, termasuk drum bekas, dan kemudian digunakan untuk mencuci piring serta peralatan rumah tangga.

“Diduga sementara berdasarkan informasi dari warga setempat bahwa pada hari Jumat (2/10/2026) terjadi hujan, kemudian air hujan tersebut tertampung dalam wadah berupa drum bekas. Air yang sudah tertampung itu dipergunakan untuk mencuci piring atau alat rumah tangga,” jelas Suhendar.

Meski demikian, pihak kepolisian belum menyimpulkan bahwa air hujan tersebut merupakan penyebab diare yang dialami warga.

Sampel Air Dikirim ke Laboratorium

Untuk mengetahui kemungkinan adanya kaitan antara air yang digunakan warga dan kejadian diare, Puskesmas Gunungguruh telah mengambil sampel air untuk diperiksa.

Sampel tersebut kemudian dikirim ke laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi dan kandungan air yang digunakan warga.

“Air tersebut sudah diambil sampel oleh Puskesmas dan dibawa ke lab Dinkes Kabupaten Sukabumi. Sampai sekarang hasilnya belum keluar,” tegas Suhendar.

Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya menjadi salah satu dasar untuk memastikan apakah air hujan yang ditampung warga memiliki kaitan dengan kejadian diare tersebut.

Sementara itu, 27 warga yang mengalami keluhan kesehatan telah mendapat penanganan dari fasilitas kesehatan setempat. Penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan pendalaman dari pihak terkait.

Editor : Linna Susanti

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai