Baskara Mahendra dan Yasamin Jasem Bintangi Ghosthing, Horor Komedi dengan Misi 40 Hari

 

BOGOR, Denting.id – Film horor komedi Ghosthing siap menyapa penonton bioskop Indonesia mulai 15 Oktober 2026. Disutradarai Arie Aziz, film ini menghadirkan Baskara Mahendra dan Yasamin Jasem dalam kisah dua karakter berbeda yang terlibat dalam situasi kocak sekaligus menyimpan sisi emosional.

Baskara Mahendra berperan sebagai Alfian, seorang pria indigo yang mampu melihat makhluk halus. Kehidupannya berubah setelah bertemu Maya, arwah seorang influencer yang tidak menyadari bahwa dirinya telah meninggal dunia.

Diperankan Yasamin Jasem, Maya merasa masih hidup dan terus mengganggu keseharian Alfian. Perbedaan karakter keduanya menjadi sumber komedi situasional yang mewarnai perjalanan cerita.

Di tengah berbagai kejadian yang mengundang tawa, Alfian dan Maya memiliki waktu 40 hari untuk mengungkap penyebab kematian Maya. Misi tersebut menjadi bagian penting dari cerita yang memadukan unsur horor, komedi, dan drama emosional.

Yasamin Jasem Tantang Diri Lewat Komedi Situasional

Yasamin mengungkapkan, salah satu tantangan terbesarnya dalam memerankan Maya adalah membawakan komedi situasional secara natural. Menurutnya, kelucuan dalam film tidak hanya bergantung pada dialog, tetapi juga pada cara karakter berinteraksi dan membangun suasana.

Ia mengaku terbantu oleh sesi pembacaan naskah bersama para pemain lain untuk menemukan ritme dialog yang tepat.

“Karena Maya ini kan banyak banget yang komedinya situasional. Jadi, dari jokes yang dilemparkan Maya atau setidaknya dialog, kata-kata yang dikeluarkan sama Maya juga dibantu sama kakak-kakak di sini sih waktu kita lagi reading,” ujar Yasamin saat ditemui di XXI Senayan City, Jumat (9/10/2026).

Ia menambahkan, sesi membaca naskah bersama diperlukan agar interaksi antarpemain terasa lebih mengalir dan tidak sekadar ramai.

“Biar flow-nya enak, karena sekalinya kita kumpul kan semuanya ngomong. Jadi, biar enggak sekadar ramai dan berisik aja,” sambungnya.

Baskara Mahendra Ungkap Tantangan Memerankan Alfian

Tantangan berbeda dihadapi Baskara Mahendra. Ia menilai, membangun kelucuan dalam Ghosthing tidak cukup hanya mengandalkan dialog yang mengundang tawa. Reaksi karakter terhadap situasi yang tidak biasa juga menjadi faktor penting.

“Tantangannya mungkin memang di sini kan komedinya situasional, bagaimana membuat itu menjadi lucu kayaknya. Itu sih tantangan terbesarnya. Maksudnya, bukan dari dialognya yang lucu, tapi gimana membawakan situasi yang lucu dan di sekitar orang-orang yang enggak bisa diam ini,” ungkap Baskara.

Menurut Baskara, pendekatan tersebut menjadi bagian dari tantangan sekaligus daya tarik film yang mempertemukan karakter Alfian dengan Maya dan berbagai situasi tak terduga.

Bukan Sekadar Horor dan Komedi

Meski banyak menghadirkan adegan kocak, Ghosthing juga menyimpan sisi emosional melalui perjalanan hidup Alfian. Baskara menyebut, perasaan yang dialami karakternya akan semakin terasa menjelang akhir film.

“Karena memang dalam sekali juga apa yang dialami sama Alfian. Rasa itu baru muncul kan di akhir ya, menuju ke akhir baru penonton akan melihat bahwa enggak cuma cerita komedi,” kata Baskara.

Ia menegaskan, film tersebut tidak hanya berisi keramaian tingkah Maya atau adegan yang mengundang tawa. Ada pula perasaan rindu yang menjadi bagian penting dari kisahnya.

“Enggak cuma cerita berisiknya Maya, tapi memang rasa kangen itu mungkin yang lebih besar dibanding rasa takut,” pungkasnya.

Dengan memadukan komedi situasional, unsur horor, dan drama emosional, Ghosthing dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 15 Oktober 2026.

Editor : Linna Susanti

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai