Kunjungi Sekolah Rakyat Bogor, Dedie Rachim Tekankan Siswa Jaga Fasilitas Untuk Adik Kelas

 

BOGOR, Denting.id  – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengingatkan para siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 Kota Bogor agar menjaga dan merawat fasilitas sekolah dengan baik. Fasilitas tersebut nantinya akan digunakan secara berkelanjutan oleh siswa angkatan berikutnya.

Pesan itu disampaikan Dedie saat mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 Kota Bogor yang untuk sementara menempati area asrama kementerian di Jalan Ahmad Yani, Sabtu (17/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Dedie bersama jajaran perangkat daerah Kota Bogor meninjau pelaksanaan program Sekolah Rakyat sekaligus melihat langsung kondisi siswa yang menjalani pendidikan dengan sistem asrama.

Dedie menegaskan, fasilitas yang tersedia harus dipelihara bersama agar tetap layak digunakan oleh para siswa berikutnya. Ia tidak ingin siswa angkatan selanjutnya menerima fasilitas dalam kondisi rusak atau tidak terawat.

“Karena nanti akan dipakai lagi oleh junior-juniornya yang baru. Jadi jangan sampai nanti anak-anak yang baru, warisannya kursi yang rusak, ruangan yang kotor, WC yang berantakan. Jangan. Jadi harus sama-sama dijaga, dipelihara. Itu saja pesannya,” ujar Dedie.

Menurutnya, Sekolah Rakyat bukan sekadar menyediakan akses pendidikan, tetapi juga menjadi tempat untuk membentuk karakter, kemandirian, dan kebiasaan hidup disiplin bagi para siswa.

Dedie menilai program tersebut sangat penting untuk mendukung anak-anak dari keluarga sederhana agar memperoleh kesempatan pendidikan sekaligus pengalaman belajar dalam lingkungan asrama.

“Karena tadi saya melihat rata-rata dari keluarga yang sederhana ya, yang mungkin secara teknis mereka belum terbiasa menghadapi situasi asrama dan sebenarnya di sinilah dididik, di sinilah dipersiapkan,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas penyelenggaraan program Sekolah Rakyat yang dinilainya perlu mendapatkan dukungan bersama.

Disiapkan untuk Beralih ke Rancamaya

Selain meninjau kegiatan belajar, Dedie menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 Kota Bogor yang saat ini masih berada di Jalan Ahmad Yani merupakan tahap rintisan untuk mempersiapkan operasional sekolah di lokasi baru di Rancamaya.

Menurutnya, penyelenggaraan sekolah rintisan memungkinkan proses pendidikan tetap berjalan sekaligus mempersiapkan keberlanjutan program ketika pembangunan fasilitas di Rancamaya selesai.

“Dengan adanya Sekolah Rakyat ini, kita akan siapkan. Ini rintisan untuk mempersiapkan bersamaan dengan pembangunan di Rancamaya. Jadi nanti begitu Rancamaya siap, tentunya tidak dimulai dari nol,” jelasnya.

Dedie menambahkan, siswa yang melanjutkan pendidikan nantinya dapat berpindah ke lokasi baru bersama guru, pendamping, dan unsur pendukung lainnya. Dengan demikian, proses pendidikan diharapkan dapat berlanjut tanpa harus memulai seluruh kegiatan dari awal.

Pemerintah Kota Bogor berharap keberadaan Sekolah Rakyat dapat memperluas kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga sederhana. Di sisi lain, para siswa juga diharapkan mampu membangun kedisiplinan, kemandirian, serta tanggung jawab dalam menjaga fasilitas yang digunakan bersama.

Editor : Linna Susanti

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai