Denting.id – Bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, akhirnya buka suara setelah gagal meraih penghargaan Ballon d’Or 2026. Pemain asal Spanyol itu mengaku tetap percaya diri dan meyakini kesempatan untuk memenangkan penghargaan individu paling bergengsi di dunia sepak bola tersebut akan datang pada waktunya.
Yamal harus menerima kenyataan setelah penyerang Bayern Munich sekaligus kapten Timnas Inggris, Harry Kane, dinobatkan sebagai peraih Ballon d’Or 2026. Sementara itu, Yamal menempati posisi ketiga, di bawah Kane dan penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe.
Meski gagal membawa pulang trofi tersebut, pemain jebolan akademi La Masia itu menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi hasil pemungutan suara. Melalui akun Instagram pribadinya, Yamal menegaskan bahwa dirinya tidak ingin terburu-buru dalam mengejar pencapaian individu.
“Saatnya akan tiba; hal-hal baik membutuhkan waktu. Saya percaya pada jalan yang sedang saya bangun. Tanpa terburu-buru, dengan harapan, dan dengan ketenangan hati bahwa suatu hari nanti giliran saya akan tiba,” tulis Yamal.
Pernyataan tersebut mendapat perhatian dari para pendukung Barcelona. Di usianya yang masih muda, Yamal telah menjelma menjadi salah satu pemain paling menjanjikan di sepak bola Eropa dan kerap disebut sebagai calon penerus kejayaan Lionel Messi di klub asal Catalunya tersebut.
Yamal juga menyampaikan ucapan selamat kepada para pemenang Ballon d’Or. Ia menegaskan bahwa fokus utamanya kini adalah kembali berjuang bersama Barcelona dan membantu tim meraih kemenangan di berbagai kompetisi.
“Selamat kepada para pemenang, fokus saya kembali pada hal yang penting, membuat FC Barcelona menang lagi,” ujarnya.
Sikap tersebut memperlihatkan ambisi Yamal untuk terus berkembang tanpa menjadikan penghargaan individu sebagai satu-satunya tolok ukur keberhasilan. Ia memilih mengalihkan perhatian pada performa tim dan target Barcelona sepanjang musim.
Penampilan Yamal dalam beberapa musim terakhir telah memperkuat reputasinya sebagai salah satu talenta muda terbaik di dunia. Kemampuan mengolah bola, kreativitas, serta kontribusinya dalam membangun serangan menjadikannya bagian penting dari skuad Barcelona di bawah arahan pelatih Hansi Flick.
Baca juga: Bayern Munich Kalahkan Freiburg 3-1, Rebut Puncak Klasemen Bundesliga
Meski belum berhasil meraih Ballon d’Or, peluang Yamal untuk memenangkan penghargaan tersebut pada masa mendatang masih terbuka. Dengan usia yang relatif muda dan perjalanan karier yang masih panjang, ia berpeluang kembali bersaing dengan para pemain terbaik dunia.
Bagi Barcelona, keberadaan Yamal menjadi modal penting dalam membangun kekuatan tim untuk jangka panjang. Kini, sang winger memilih fokus pada lapangan dan membuktikan kemampuannya melalui prestasi bersama klub.
Editor: Linna Susanti

