Survei McKinnon: Hampir 75 Persen Warga Australia Nilai Negaranya Kian Terpecah

Jakarta, Denting.id – Hasil survei lembaga McKinnon menunjukkan hampir tiga perempat warga Australia menilai negaranya semakin terpecah belah dalam 12 bulan terakhir. Temuan tersebut mencerminkan meningkatnya ketidakpuasan masyarakat terhadap kondisi politik dan pemerintahan.

Dalam survei tersebut, sebanyak 41,9 persen responden menyatakan sangat setuju bahwa Australia semakin terbelah dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, 32,5 persen lainnya mengaku cukup setuju.

Tingkat kepuasan masyarakat terhadap arah perkembangan negara juga mengalami penurunan. Proporsi warga yang menyatakan sangat atau cukup puas turun dari 28,8 persen pada 2025 menjadi 26,1 persen pada 2026. Sebaliknya, jumlah warga yang sangat tidak puas meningkat 7,2 poin persentase.

Survei yang dilaksanakan pada Juni dan Juli tersebut melibatkan lebih dari 4.000 responden. Penelitian ini bertujuan mengukur pandangan masyarakat terhadap sistem politik, para pemimpin, serta berbagai institusi di Australia.

Hasil survei juga memperlihatkan penurunan kepercayaan terhadap politisi dan partai politik. Responden yang mengaku memiliki tingkat kepercayaan tinggi terhadap politisi federal turun dari 35,9 persen pada 2025 menjadi 30,5 persen pada 2026.

Sementara itu, tingkat kepercayaan tinggi terhadap partai politik merosot dari 31,2 persen menjadi 24,4 persen.

Ketua Eksekutif Sementara McKinnon sekaligus mantan Wakil Kepala Pemerintahan Negara Bagian Victoria, John Thwaites, mengatakan masyarakat Australia masih memiliki kepercayaan lebih besar terhadap institusi demokrasi dibandingkan praktik politik yang berjalan.

“Warga Australia memiliki tingkat kepercayaan yang jauh lebih besar terhadap institusi-institusi demokrasi dibandingkan terhadap praktik politik yang berlangsung di dalamnya,” ujar Thwaites.

Ia juga menyoroti adanya kesenjangan tingkat kepuasan terhadap demokrasi berdasarkan latar belakang pendidikan masyarakat.

Menurutnya, tingkat kepuasan terhadap demokrasi mencapai 59 persen di kalangan warga Australia yang memiliki gelar sarjana atau lebih tinggi. Sementara itu, angka tersebut hanya 39,7 persen pada kelompok masyarakat dengan pendidikan terakhir setingkat SMA atau lebih rendah.

Survei tersebut juga menemukan meningkatnya perasaan masyarakat bahwa aspirasi mereka tidak terwakili oleh para politisi federal.

Sebanyak 34,6 persen responden menyatakan sangat tidak setuju bahwa mereka merasa dipahami dan terwakili oleh politisi federal Australia. Angka tersebut meningkat dibandingkan 27 persen pada 2025.

Baca juga: UNICEF: 265 Anak Palestina Tewas di Gaza sejak Gencatan Senjata, Sebut Perdamaian Hanya Ilusi Mematikan

Selain itu, proporsi masyarakat yang memiliki tingkat kepercayaan rendah terhadap pemerintah federal naik dari 46,3 persen pada 2025 menjadi 52,8 persen pada 2026.

Temuan ini menunjukkan meningkatnya ketidakpuasan masyarakat Australia terhadap praktik politik, kepercayaan kepada pemerintah, serta keterwakilan aspirasi publik.

Editor: Linna Susanti

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai